Darmin Ungkap Perbedaan Strategi Pembangunan Era Jokowi

Eko Nordiansyah 23 Oktober 2018 21:09 WIB
ekonomi indonesia
Darmin Ungkap Perbedaan Strategi Pembangunan Era Jokowi
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dok: Kemenko Perekonomian.
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menceritakan beda strategi pembangunan yang dijalankan pemerintahan Joko Widodo dengan pemerintahan sebelumnya. Dalam empat tahun pemerintahan sekarang mengerjakan supply dan demand side.

"Kalau demand side itu yang diutak-atik itu moneter saja. Tapi supply side itu membangun infrastruktur, membangun SDM, dan persoalan pertanahan," kata Darmin dalam konferensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan, jika supply dan demand seimbang maka kemajuan suatu bangsa terwujud dalam transformasi struktural. Darmin mencontohkan adanya perpindahan dari sektor ekonomi tradisional seperti pertanian ke sektor ekonomi modern seperti industri.

"Tapi kita bisa mentransformasikan kegiatan pertanian lebih baik dari subsistance menjadi komersial. Karena infrastrukturnya ada. Transformasi ekonomi adalah kata kunci dari kemajuan dalam bidang ekonomi," jelas dia.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan pendidikan vokasi. Menurutnya pembangunan SDM ini menjadi bagian paling sulit sehingga diharapkan pendidikan vokasi dapat dilakukan secara penuh pada 2019.

Pendidikan vokasi, lanjut dia, dimulai dengan perubahan kurikulum, penyediaan pengajar, sampai dengan metode belajarnya. Pemerintah juga mendorong tidak hanya mengandalkan ijazah, karena ijazah untuk tingkat SMK saja tidak menjamin mendapatkan pekerjaan.

"Karena tingkat pengangguran SMK lebih tinggi dari yang lain. Setiap tahun dalam tiga tahun dia harus punya standar kompetensi. Kalau dia kompetensi bangun rumah ada kompetensi bangun atap dan sebagainya. Jadi dia punya sertifikat kompetensi macam-macam," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id