BI Ditaksir Masih akan Pertahankan Suku Bunga Acuan

Annisa ayu artanti 15 November 2018 11:52 WIB
bank indonesiasuku bunga
BI Ditaksir Masih akan Pertahankan Suku Bunga Acuan
Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate di level 5,75 persen.

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan keputusan BI ini mempertimbangkan laju inflasi yang masih terarah serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Bank Indonesia diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga kebijakan di level 5,75 persen pada RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI bulan ini," kata Josua saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 15 November 2018.

Ia menjelaskan, sejak awal November ini sentimen global cenderung membaik. Investasi asing di pasar keuangan juga tercatat mulai masuk sejak awal bulan ini sehingga mensupport pergerakan nilai tukar rupiah. Hal tersebut dinilai menjadi pertimbangan BI.

Namun demikian, lanjut Josua, stance kebijakan moneter diperkirakan masih akan ketat karena mempertimbangkan pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal III-2018. Tercatat defisit transaksi berjalan minus 3,4 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto).

Selain itu, pasar juga masih menunggu hasil proses negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang akan dilakukan pada G20 meeting akhir bulan ini.

"Pasar juga masih menantikan stance kebijakan moneter Amerika Serikat tahun depan meskipun pasar sudah mengantipasi kenaikan suku bunga Fed pada rapat gubernur bank sentral Amerika Serikat bulan depan sebesar 25 bps," ucap dia.

Selain itu, pasar juga masih menunggu hasil proses negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang akan dilakukan pada pertemuan G20 akhir bulan ini. Selain itu pasar juga masih menantikan stance kebijakan moneter AS tahun depan meskipun pasar sudah mengantipasi kenaikan suku bunga Fed pada rapat gubernur bank sentral AS bulan depan sebesar 25 bps.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id