Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.

Ekonomi RI Diprediksi Tetap Kuat di 2020

Ekonomi ekonomi indonesia
Desi Angriani • 21 Januari 2020 18:47
Jakarta: Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tetap stabil dibandingkan negara lainnya. Hal itu menyusul proyeksi ekonomi global 2020 yang dipangkas lebih rendah sebesar 3,3 persen oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan ekonomi Indonesia akan terjaga oleh daya beli masyarakat. Tercatat, sektor konsumsi menyumbang 5,7 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun lalu.
 
"Walaupun ada revisi pertumbuhan IMF, kita steady state nya lebih kuat dari negara lain," ucapnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski ketidakpastian global masih memengaruhi ekspor Indonesia ke depan, pemerintah mengantisipasi hal itu dengan mempercepat penyerapan belanja modal dan pemberdayaan UMKM.
 
Selama ini motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada UMKM dengan andil 60 persen ke Produk Domestik Bruto (PDB). Kontribusi tenaga kerja UMKM terhadap total tenaga kerja mencapai 97,02 persen dan kontribusi ekspor terhadap total ekspor non migas 14,17 persen.
 
"Ini tak terlepas karena kita bisa mempertahankan daya beli kita karena kita tau konsumsi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi kita 5,6-5,7 persen sharenya ke ekonomi," ungkap Iskandar.
 
Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan berbagai jenis pembiayaan meliputi program kemitraan bina lingkungan (PKBL) dari CSR BUMN, pembiayaan Mekaar dari PT PNM, dana bergulir LPDB, bank wakaf mikro (BWF), pembiayaan usaha ultra-mikro kementerian keuangan, dan kredit usaha rakyat dengan suku bunga rendah demi menggenjot UMKM.
 
"Kebijakan Pengembangan UMKM diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil," pungkas dia.
 
Dalam laporan terbaru, International Monetary Fund (IMF) mengestimasi pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan lebih lambat dari proyeksi sebelumnya. IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2020 sebesar 3,3 persen. Perekonomian global pada 2019 dan 2021 diestimasi mencapai 2,9 persen dan 3,4 persen.
 
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi ini turun 0,1 poin dibandingkan dengan angka pada World Economic Outlook di Oktober 2019 untuk 2019 dan 2020. Sementara untuk 2021 terdapat revisi sebesar 0,2 poin,” tulis keterangan resmi IMF, dikutip Selasa 21 Januari 2020.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif