Ilustrasi penerima subsidi upah - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi penerima subsidi upah - - Foto: MI/ Ramdani

Terealisasi Rp6,6 Triliun, Subsidi Upah Dijamin Tepat Sasaran

Ekonomi Bantuan Langsung Tunai Stimulus Ekonomi Imbas Korona pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 17 September 2020 19:27
Jakarta: Pemerintah telah menyalurkan subsidi upah senilai Rp6,6 triliun dalam dua tahap. Bantuan langsung tunai sebesar Rp600 ribu per bulan ini dijamin tepat sasaran atau diberikan hanya kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta.
 
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan total anggaran untuk program ini sebesar Rp37,8 triliun. Rencananya bantuan tersebut akan diterima oleh 15,7 juta karyawan yang terdaftar dalam BPJamsostek.
 
"Sudah ada dua gelombang pekerja yang telah menerima program subsidi upah melalui bank yang berjumlah Rp7 triliun," katanya dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9, Kamis, 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya akan ada sekitar 3,5 juta pekerja dengan nilai bantuan Rp4,5 triliun di batch ketiga. Lalu masih ada 2,8 juta pekerja dengan nilai bantuan Rp3 triliun di batch keempat, dan dua juta pekerja dengan nilai bantuan Rp3 triliun di batch kelima.
 
Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang menjamin bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Apalagi ada beberapa tahapan untuk mengecek kelengkapan persyaratan penerima manfaat program ini.
 
Pertama validasi data dilakukan oleh BPJamsostek, untuk kemudian diserahkan kepada Kemenaker. Setelah itu, Kemenaker akan memvalidasi kembali untuk pengajuan pencairan subsidi gaji kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan ditransfer melalui perbankan.
 
"Kalau sudah (rampung), dilakukan pengecekan melalui kami. Dalam proses sebelum dilakukan perintah pencairannya. Kita hanya proses kelengkapannya dan memastikan perintah pembayaran langsung ke KPPN ke bank penyalur Himbara," katanya.
 
Sementara itu, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menyatakansudah sebanyak 11,8 juta data penerima manfaat yang telah diberikan kepada Kemenaker. Menurutnya, data yang diserahkan telah melalui validasi sehingga benar-benar tepat sasaran kepada pekerja yang terdampak pandemi covid-19.
 
"Dalam tiga minggu kami sudah mengumpulkan sebanyak 14 juta, namun yang telah kami validasi terdapat 11,8 juta. Proses validasi bertujuan agar dapat mendukung program bantuan subsidi upah yang diberikan kepada pekerja yang terdampak," ungkap dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif