Ilustrasi. Medcom.id/ Rakhmat Riyandi
Ilustrasi. Medcom.id/ Rakhmat Riyandi

Indonesia Surga Investasi

Ekonomi investasi
22 Januari 2019 17:07
Jakarta: Media sosial beberapa hari belakangan ramai dengan tagar #10yearschallenge, sebuah tren yang membandingkan kondisi saat ini dengan sepuluh tahun lalu. Tidak hanya membandingkan rupa seseorang, #10yearschallenge juga mengungkap tumbuhnya perekonomian Indonesia paling tidak selama 10 tahun terakhir.
 
Konsultan Keuangan Aakar Abyasa Fidzuno melihat perekonomian Indonesia selama sepuluh terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Ia bahkan menyebut Indonesia saat ini menjadi surga bagi investasi.
 
"Tidak bisa kita pungkiri, dari 2008 bahkan sebelum itu 1998 sampai sekarang Indonesia itu benar-benar surga untuk investasi," ujarnya dalam Selamat Pagi Indonesia, Senin, 21 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aakar menilai bukan tanpa alasan Indonesia disebut sebagi surga investasi. Menilik situasi 10 tahun lalu yakni 2008 bahkan jika ditarik lagi hingga 1998 Indonesia selalu jadi incaran negara maju. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun meningkat signifikan.
 
Kendati secara umum pilihan investasi di Indonesia hanya berkutat pada pasar modal dan surat utang, namun minat asing terhadap surat utang Indonesia cukup tinggi. Betapa tidak Indonesia, kata Aakar, adalah negara yang berani memberikan 'return' investasi secara gila-gilaan dengan garansi yang cukip baik.
 
"Untuk pasar modal bahkan sampai detik ini posisi asing masih lebih kuat daripada kita yang lokal," kata dia.
 
Aakar mengatakan selama empat tahun terakhir tren investasi memang masih banyak banyak di sektor riil langsung dan belum tersentuh pasar modal atau tertarik untuk berinvestasi di surat berharga negara (SBN). Namun beberapa tahun terakhir SBN yang dulunya merupakan barang eksklusif trennya mulai berubah.
 
"Bahkan SBN tahun lalu (2018) 41 persennya dari milenial. Dari orang baru yang sebelumnya belum pernah investasi jadi mulai berinvestasi, saya kira ini sangat signifikan," ungkapnya.
 
Lebih lanjut Aakar menambahkan jika dibandingkan 10 tahun lalu, beberapa tahun terakhir cukup banyak private equity menyasar langsung ke private company; perusahaan yang belum masuk bursa bahkan yang hanya berbentuk startup. Ini menunjukkan sektor riil Indonesia mulai bergairah.
 
"Dampaknya asing bukan hanya pergi ke pasar modalnya, belum masuk pasar modal pun mereka sudah masuk langsung dan ini diprediksi terus meningkat," pungkasnya.
 

 

(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif