Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/SUSANTO)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/SUSANTO)

Menkeu Sebut Tekanan The Fed Mulai Berkurang

Ekonomi the fed ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 21 Maret 2019 10:43
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai tekanan global mulai berkurang dengan langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni Federal Reserve (the Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Sedangkan di tahun lalu, the Fed tercatat empat kali menaikkan suku bunga.
 
"Berarti tekanan seperti yang terjadi pada 2018, yakni kenaikan suku bunga empat kali tidak terjadi tahun ini," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, ketika ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Dirinya menambahkan the Fed memerhatikan perkembangan ekonomi AS dan global yang diprediksi melemah di tahun ini. Meskipun tekanan kebijakan the Fed berkurang, namun pelemahan ekonomi global tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh banyak negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa mereka (the Fed) fokus ke pelemahan ekonomi baik di AS ataupun seluruh dunia. Jadi ini juga berikan peringatan dua hal, bahwa lingkungan global mungkin menjadi lemah tapi dengan the Fed tidak menaikkan suku bunga," jelas dia.
 
The Fed pada Rabu waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari. Keputusan tersebut diharapkan memberi efek positif terhadap perekonomian Amerika Serikat.
 
Keputusan yang diambil the Fed itu dalam sebuah langkah yang memenuhi ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan 'sabar' bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneter. Perubahan ini terutama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menekan sejumlah risiko yang bisa datang kapan saja dan di mana saja.
 
"Untuk mendukung tujuan mendorong lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan kisaran target untuk suku bunga Federal Fund pada 2,25 persen hingga 2,50 persen," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.
 
FOMC, badan pembuat kebijakan moneter the Fed, terus melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target simetris Komite 2,0 persen sebagai hasil yang paling mungkin.
 
"Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa mendatang pada kisaran target untuk suku bunga Federal Fund yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini," kata the Fed.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif