Ilustrasi perbaikan ekonomi global - - Foto: Medcom
Ilustrasi perbaikan ekonomi global - - Foto: Medcom

BI: Perbaikan Perekonomian Global dan Domestik Berlanjut

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Bank Indonesia ekonomi global
Husen Miftahudin • 27 November 2020 19:57
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan perbaikan perekonomian global akan berlanjut setelah kuartal III-2020. Hal ini tercermin dari ekonomi banyak negara yang mulai membaik lantaran didorong oleh stimulus kebijakan dan peningkatan mobilitas.

Sejumlah indikator dini yang mengindikasikan berlanjutnya perbaikan ekonomi global yakni mobilitas masyarakat yang meningkat, ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan Jasa yang berlanjut di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta keyakinan konsumen dan bisnis yang membaik di AS dan kawasan Eropa.
 
"Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global menurun didorong oleh ekspektasi positif terhadap prospek perekonomian global dan ketidakpastian pemilu AS yang mereda. Perkembangan ini kembali meningkatkan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia," ungkap laporan kebijakan moneter kuartal III-2020 yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 27 November 2020.
 
Pertumbuhan ekonomi domestik juga membaik, sejalan dengan peningkatan realisasi stimulus fiskal dan mobilitas masyarakat, serta permintaan global. Peningkatan realisasi stimulus dan mobilitas menopang perbaikan permintaan domestik secara bertahap, baik konsumsi maupun investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, kinerja ekspor juga membaik, didorong oleh permintaan global terutama dari AS dan Tiongkok. Perbaikan ekonomi domestik yang terus berlanjut tercermin pada perkembangan positif sejumlah indikator pada Oktober 2020, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran nonmakanan dan online, PMI Manufaktur, serta pendapatan masyarakat.
 
"Pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan meningkat di 2021 didorong oleh perekonomian global yang membaik serta akselerasi realisasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kemajuan dalam program restrukturisasi kredit, serta stimulus moneter dan makroprudensial Bank Indonesia yang berlanjut," paparnya
 
Di sisi lain, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal itu tercermin pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat surplus, cadangan devisa yang tetap tinggi, dan nilai tukar rupiah yang menguat didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.
 
Inflasi juga tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Sejalan dengan kebijakan akomodatif yang ditempuh Bank Indonesia, kondisi likuiditas tetap longgar sehingga mendorong suku bunga terus menurun dan mendukung pembiayaan perekonomian.
 
Terkait hal ini, Bank Indonesia telah menempuh berbagai bauran kebijakan melalui penguatan terhadap seluruh instrumen yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung stabilitas sistem keuangan, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.
 
Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi nasional.
 
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu serta terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk menentukan langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," tutup rilis tersebut.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif