Ilustrasi bendera negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) - - Foto: dok Kemenlu
Ilustrasi bendera negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) - - Foto: dok Kemenlu

Imbas Pandemi, 59% Negara Islam Alami Krisis Ekonomi

Ekonomi Bank Indonesia Krisis Ekonomi organisasi kerja sama islam pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 30 Oktober 2020 16:35
Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengatakan pandemi covid-19 berdampak signifikan bagi perekonomian di semua negara dunia. Bahkan, pandemi tersebut membuat sebagian besar negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengalami krisis ekonomi dan keuangan.
 
Hal ini tercermin dari laporan Bank Dunia yang dipublikasi pada Juni 2020 lalu. Laporan tersebut menyampaikan sebanyak 59 persen negara OKI berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.
 
"Sebanyak 59 persen negara-negara Islam (OKI) adalah negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Sedangkan 41 persen lainnya merupakan negara berpenghasilan tinggi," ujar Doni dalam rangkaianIndonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 7thsecara virtual di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih jauh Doni merinci sebanyak 30 persen dari negara-negara anggota OKI berpenghasilan rendah. Kemudian sebanyak 29 persen lainnya adalah negara dengan tingkat penghasilan menengah ke bawah.
 
Lalu sebanyak 29 persen merupakan negara berpenghasilan menengah ke atas. Sisanya sebanyak 13 persen adalah negara Islam yang berpenghasilan tinggi.
 
"Wabah covid-19 telah menyebabkan kemunduran signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada perkembangan ekonomi dunia dan pasar keuangan global. Ekonomi dan keuangan Islam juga telah terpengaruh oleh pandemi ini," ucap Doni.
 
Adapun Indonesia saat ini berada pada negara berpenghasilan menengah ke atas alias upper middle income. Pada 2019, rata-rata pendapatan nasional atau Gross National Income (GNI) Indonesia sebesar Rp59,1 juta atau USD4.174,9.
 
Angka ini terus mengalami kenaikan. Menilik catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada 2017 sebesar Rp51,9 juta atau setara USD3.877. Angka itu kemudian mengalami kenaikan pada 2018 menjadi sebesar Rp56 juta atau setara USD3.927,2. Dan naik lagi menjadi Rp59,1 juta atau USD4.174,9 pada 2019.
 
Menurut Bank Dunia, negara maju aliashigh income countrypunya GNI di atas USD12.055 per kapita per tahun. Negara dengan GNI antara USD3.896 hingga USD12.055 per kapita per tahun disebut upper middle income (menengah ke atas).
 
Sementara negara dengan GNI USD996 sampai USD3.895 per kapita per tahun disebut lower middle income (menengah ke bawah). Terakhir, negara dengan GNI kurang dari USD996 per kapita per tahun merupakan low income country (negara berpenghasilan rendah).

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif