Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Singapura Kalah Dibanding Indonesia

Ekonomi ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 14 Agustus 2019 21:15
Tangerang: Proyeksi tahunan pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih berada pada jalur yang tepat. Pemerintah tetap menahan target pertumbuhan di angka 5,2 persen.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut merupakan angka realistis yang bisa dicapai hingga akhir tahun. Kinerjanya saat ini terus dipacu.
 
"Tetap 5,2 persen nothing wrong, apapun kami harus lakukan mencapai itu, ini luar biasa," kata Enggar ditemui usai meresmikan acara Indonesia Great Sale di TangCity Mall, Tangerang, Rabu, 14 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dinilai tak main-main di tengah pelemahan ekonomi global. Penurunan besar dalam kegiatan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini bahkan telah dirasakan Singapura.
 
Proyeksi pertumbuhan ekonomi di Negri Singa ini kalah dibanding Indonesia. Situasi ekonomi di Tanah air ini perlu disikapi dalam membangun optimisme pertumbuhan dengan dorongan pemerintah maupun swasta.
 
"Singapura turunkan 0-1 persen pertumbuhannya akibat kondisi ekonomi dunia," kata Enggar.
 
Sebelumnya, Singapura kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan mereka. Hal tersebut dilakukan karena ekonomi Negeri Singa itu hampir terhenti pada kuartal kedua tahun ini, sementara prospek ekspor memburuk secara signifikan.
 
Melansir Straits Times, Rabu, 14 Agustus 2019, Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura berharap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) berada di antara nol persen dan satu persen. Adapun angka akhir dipatok di tengah kisaran level tersebut.
 
Angka ini turun tajam dari kisaran perkiraan sebelumnya sebesar 1,5 persen menjadi 2,5 persen, karena ekonomi mencatat pertumbuhan 0,1 persen pada kuartal kedua.
 
Selain itu penurunan peringkat terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kelemahan di sektor manufaktur. MTI menyebut Singapura akan terus menghadapi tantangan yang kuat untuk sisa tahun ini.
 
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Chan Chun Sing mengatakan bahwa Singapura harus bersiap menghadapi tantangan ke depan.
 
"Singapura tidak perlu terlalu pesimistis," tegas dia.
 
Dia menekankan Singapura terus menarik investasi yang baik, dan ini mencerminkan kepercayaan yang dimiliki investor dalam proposisi nilai jangka panjangnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif