Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso. Foto: dok MI/Mohamad Irfan.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso. Foto: dok MI/Mohamad Irfan.

BI Diyakini Masih akan Tahan Suku Bunga Acuan

Eko Nordiansyah • 18 Mei 2022 16:09
Jakarta: Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan. Saat ini suku bunga BI 7 day reverse repo rate berada di level 3,5 persen.
 
"Saya pikir kuncinya seberapa kuat nahan nilai tukar. Kalau cadangan devisa kuat, BI akan sangat konservatif perlakukan BI rate," kata dia dalam Fortune Indonesia Summit 2022 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Ia mengungkapkan, BI akan melihat pertumbuhan ekonomi sebelum menaikkan suku bunga acuan. Menurutnya bank sentral tidak akan mengorbankan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung hanya untuk menaikkan suku bunga BI 7 day reverse repo rate.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasti BI kalau naik akan lihat dampak ke pertumbuhan seperti apa. Pertumbuhan bukan urusan BI, tapi saya pikir BI harus tetap perhatikan kalau bunga naik sekian sekian, apa masih bisa mendorong pertumbuhan atau tidak," ungkapnya.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan, kebijakan suku bunga selalu didasarkan kepada perkiraan inflasi dan pertumbuhan ekonomi ke depan. Ia menyebut, BI baru akan menaikan suku bunga saat ada tanda-tanda kenaikan inflasi secara fundamental.
 
"Sejauh ini kenapa kami masih memberikan assesmen stand kebijakan suku bunga akan kami pertahankan 3,5 persen sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi," kata dia dalam video conference.
 
Perry menambahkan, BI tidak akan merespons kenaikan inflasi yang disebabkan hanya karena meningkatnya harga pangan dan energi seperti saat ini. Menurutnya, bank sentral akan lebih fokus mewaspadai dampak rambatan dari kenaikan inflasi tersebut.
 
"Jadi tekanan-tekanan harga pangan atau energi tentu saja BI tidak akan merespons first round impact. Yang kita respons adalah dampak rambatannya kalau inflasi itu kemudian berdampak secara fundamental terhadap inflasi yang indikatornya tentu saja adalah inflasi inti," ungkapnya.
 
Ia mengungkapkan, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam merespon perkembangan terkini dari kenaikan harga yang berimbas kepada inflasi. Sejauh ini respons pemerintah dalam menjaga pasokan serta pemberian insentif fiskal dinilai telah memadai.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif