Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Masuk Musim Hujan, Kendaraan Perlu Diproteksi via Asuransi

Ekonomi asuransi asuransi umum adira insurance
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 12:02
Jakarta: Memasuki penghujung tahun, Indonesia mulai memasuki musim hujan. Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, pengendara mobil juga perlu mempersiapkan 'payung' ketika menghadapi musim penghujan seperti saat ini. Salah satunya adalah proteksi berupa produk asuransi.
 
'Payung' yang dimaksud di sini adalah pelindung agar mobil bisa terus berfungsi mendukung aktivitas di tengah musim penghujan. "Ada tiga 'payung' yang perlu disiapkan pengendara sebelum berkendara mobil di musim penghujan," kata Direktur PT Asuransi Adira Dinamika Tbk Donni Gandamana, dalam keterangan resminya, Sabtu, 31 Oktober 2020.
 
Pertama, jelasnya, pengendara harus memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berkendara. Donni menjelaskan pengendara harus memastikan kondisi kendaraan mulai dari kondisi ban, lampu, hingga wiper.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, pengendara harus memperhatikan kondisi tubuh. "Saat musim hujan, imun tubuh bisa saja terganggu. Pengendara harus berada dalam keadaan yang sehat dan bugar karena berkendara dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibanding kondisi normal," kata Donni.
 
Ketiga, tak kalah penting untuk dipersiapkan oleh pengendara adalah perlindungan asuransi. Meski sudah memperhatikan kondisi kendaraan dan menjaga kondisi tubuh, risiko bisa datang kapan saja. Apalagi di tengah musim penghujan seperti saat ini, banyak risiko yang dapat terjadi kepada kendaraan maupun pengendara, sehingga penting memiliki asuransi.
 
Donni menjelaskan Adira Insurance memiliki produk asuransi kendaraan bermotor yang memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari kecelakaan di jalan raya, huru hara, kerusuhan, hingga perlindungan untuk pengemudi dan penumpang kendaraan.
 
"Dengan perluasan bencana alam, pengendara bisa dijamin dari kerugian karena bencana alam, termasuk hujan es, banjir, dan lainnya. Tanpa adanya perluasan manfaat, risiko tersebut tidak akan dijamin," ujar Donni.
 
Lebih lanjut, Donni memberikan tips saat kendaraan mengalami risiko banjir agar pengendara bisa mengajukan klaim asuransi kendaraan bermotor dengan mulus. Tips itu yakni tidak memaksakan menyalakan kendaraan bermotor di tengah banjir.
 
Saat terjebak di tengah banjir, sangat penting bagi pengendara untuk tidak mencoba menyalakan mesin mobil karena dapat mengakibatkan kondisi water hammer pada mesin yang akan memperparah kerusakan. Ia mengatakan apabila berada di genangan air yang rendah sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, dan tunggu hingga air surut.
 
"Dan menghubungi pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki. Sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Pasalnya, apabila sengaja menerobos banjir sehingga kendaraan menjadi rusak, maka kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif