Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Menguat ke Rp14.695/USD

Ekonomi Kurs Rupiah
Angga Bratadharma • 13 Oktober 2020 09:42
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menguat tipis ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.700 per USD. Mata uang Garuda masih kokoh untuk meredam keperkasaan mata uang Paman Sam sejalan dengan maraknya pemberitaan mengenai vaksin covid-19 siap didistribusikan di Tanah Air.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 13 Oktober 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.695 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.695 hingga Rp14.720 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.552 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena pelaku pasar fokus pada perkembangan terbaru mengenai stimulus tambahan virus korona. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,01 persen menjadi 93,0636.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1810 dari USD1,1825 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3063 dari USD1,3038 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7212 dari USD0,7231.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 105,34 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,62 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9093 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9097 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3114 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3131 dolar Kanada.
 
Pergerakan itu terjadi karena para pedagang terus memantau negosiasi tentang stimulus tambahan covid-19 di Washington. Kendati demikian, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan negosiasi dengan Gedung Putih mengenai paket bantuan covid-19 yang baru tetap menemui jalan buntu.
 
Kedua belah pihak telah bernegosiasi selama berminggu-minggu mengenai paket tindak lanjut untuk memerangi efek ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Tetapi mereka tetap berpisah tentang berapa banyak dorongan yang harus diberikan dan apa yang harus ditargetkan.
 
Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins, lebih dari 7,78 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat dengan hampir 215 ribu kematian pada Senin sore.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor teknologi. Meski demikian investor tetap mencermati perkembangan kasus covid-19 dan kepastian Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif