Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

BI: Kinerja Industri Pengolahan Kuartal III Jeblok Imbas PPKM Darurat

Ekonomi Bank Indonesia PPKM Darurat
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2021 10:23
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Industri Pengolahan turun dan berada pada fase kontraksi pada kuartal III-2021. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 48,75 persen atau lebih rendah dari 51,45 persen pada kuartal sebelumnya.
 
Pada kuartal IV-2021, kinerja sektor Industri Pengolahan diperkirakan membaik dan berada pada fase ekspansi. PMI-BI kuartal IV-2021 diperkirakan sebesar 51,17 persen, meningkat dari 48,755 persen pada kuartal III-2021.
 
"Penurunan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan kuartal III-2021 dan perkiraan kuartal IV-2021 hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)," ungkap BI dalam laporan PMI-BI Kuartal III-2021, Kamis, 14 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank sentral mengungkapkan bahwa penurunan kinerja PMI-BI tersebut tercermin dari SBT kegiatan usaha Industri Pengolahan kuartal III-2021 dan perkiraan kuartal IV-2021 masing-masing sebesar minus 0,10 persen dan 1,13 persen.
 
Berdasarkan komponen pembentuknya, penurunan PMI-BI pada kuartal III-2021 terjadi pada seluruh komponen, terutama komponen Volume Produksi dan Volume Total Pesanan yang turun cukup dalam dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan berada pada fase kontraksi.
 
"Penurunan PMI-BI pada kuartal tersebut disebabkan oleh sejumlah aktivitas yang terbatas saat penerapan PPKM Darurat/Level 4 yang terjadi di sepanjang Juli-Agustus 2021," papar Bank Indonesia.
 
Dijelaskan lebih lanjut volume produksi tercatat turun dan berada pada level kontraksi dengan indeks sebesar 49,46 persen, lebih rendah dari 54,20 persen pada kuartal sebelumnya.
 
Responden menyampaikan bahwa penurunan Volume Produksi tersebut sejalan dengan terbatasnya aktivitas masyarakat sehingga berdampak pada permintaan masyarakat saat PPKM Darurat/Level 4 di sejumlah daerah dalam rangka pengendalian covid-19.
 
Pada kuartal IV-2021, volume produksi diperkirakan meningkat dan kembali berada dalam fase ekspansi dengan indeks sebesar 51,98 persen yang sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat, serta didorong penurunan level PPKM di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Bali.
 
Sementara pada komponen Volume Pesanan Barang Input tercatat mengalami perlambatan sejalan dengan menurunnya volume produksi. Indeks Volume Pesanan Barang Input tercatat sebesar 51,53 persen, melambat dari 54,03 persen pada kuartal sebelumnya, meski menjadi satu-satunya komponen yang masih berada pada fase ekspansi (threshold >50) pada kuartal III-2021.
 
Penurunan Volume Pesanan Barang Input terjadi pada sebagian subsektor, terutama subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau dan subsektor Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya.
 
"Pada kuartal IV-2021, responden memprakirakan volume pesanan barang input akan meningkat dengan indeks sebesar 52,88 persen. Peningkatan tersebut terjadi pada berbagai subsektor, antara lain Makanan, Minuman dan Tembakau, Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet, Semen dan Barang Galian Non Logam, serta Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya," pungkas BI.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif