Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kookmin Bank Bakal Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin

Ekonomi bank bukopin
Husen Miftahudin • 18 Mei 2020 07:32
Jakarta: Kookmin Bank (KB) dari Korea Selatan bakal menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Ini diketahui setelah keduanya telah mencapai kesepakatan, dalam hal ini Kookmin Bank sebagai calon investor.
 
"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima informasi dari Bank Bukopin yang telah mencapai kesepakatan dengan calon investor, yaitu Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Sebagai regulator, OJK mendukung rencana tersebut dan akan segera memproses penyesuaian kepemilikan PT Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penguatan aspek permodalan dan likuiditas oleh pemegang saham dan/atau investor diperlukan agar Bank Bukopin dapat meningkatkan kesehatan bank dan menjaga kestabilan sistem keuangan," jelas Anto.
 
Kookmin Bank (KB) dari Korea Selatan akan menambah modal Bank Bukopin melalui penawaran umum terbatas (PUT) V yang akan dilaksanakan pada akhir semester I-2020. Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan kepemilikan saham 22 persen.
 
Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin Jong Hwan Han dalam keterangan resmi menyebutkan Kookmin Bank memiliki keinginan kuat untuk menambah modal Bank Bukopin. Itu merupakan upaya pemegang saham memperkuat permodalan bank dan membantu pengembangan bisnis ke depan.
 
Kookmin Bank saat ini disebut sedang dalam tahap persiapan final secara internal termasuk menyediakan dana pada escrow account untuk keperluan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V Bank Bukopin. Bahkan Kookmin Bank berencana untuk menambah modal Bank Bukopin dengan skema lainnya.
 
Sebelumnya Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan proses Right Issue telah memasuki proses penelaahan dokumen tahap akhir dan tinggal menunggu pernyataan efektif dari OJK.
 
"Dari aksi koporasi ini perseroan berharap akan memperkuat struktur permodalan untuk bisa menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan," kata Eko mengutip Media Indonesia.
 
Dengan tambahan modal dari Kookmin Bank, lanjutnya, diharapkan dapat menunjang pengembangan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan segmen konsumer yang akan ditopang dengan pengembangan digital ke depan. Profil bisnis tersebut ditengarai menjadi daya tarik Bank Bukopin bagi Kookmin Bank.
 
Per Desember 2019 dari 21 bank dengan aset terbesar di Tanah Air, Bank Bukopin menjadi yang teratas dalam penyaluran kredit UMKM mencapai 57,4 persen dari total kredit yang disalurkan.
 
"Segmen UMKM merupakan salah satu motor penggerak terpenting bagi Bank Bukopin yang memfokuskan bisnisnya pada segmen ritel," terang Eko.
 
Pada posisi audit Desember 2019 dan Maret 2020, Bank Bukopin menegaskan rasio kecukupan modal minimum telah memenuhi ketentuan regulator sesuai profil risiko. Masuknya suntikan modal dari Kookmin Bank dan pemegang saham lainnya dinilai akan meningkatkan rasio permodalan.
 
Sedangkan per 30 April 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosoaa Corporindo sebesar 23,4 persen saham, KB Kookmin Bank 22,0 persen saham, Negara Republik Indonesia 8,9 persen saham, dan masyarakat 45,6 persen saham.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif