Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Tertekan ke Rp14.485/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 02 Juni 2020 09:22
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp14.610 per USD. Mata uang Garuda gagal menghantam mata uang Pam Sam meski AS sedang berjuang meredam aksi protes keras akibat rasisme.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 2 Juni 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.485 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.480 hingga Rp14.485 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.256 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat tumbang pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena sentimen risiko membaik ditopang optimisme bahwa pemulihan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran global virus korona mulai terlihat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,50 persen jadi 97,8371 pada akhir perdagangan, terendah sejak 16 Maret. Di akhir perdagangan New York, euro naik di USD1,1132 dari USD1,1102 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik jadi USD1,2493 dari USD1,2327 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia menguat menjadi USD0,6798 dibandingkan dengan USD0,6664. Dolar AS dibeli 107,59 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 107,79 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS tidak berubah mendekati 0,9617 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9617 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3577 dolar Kanada dari 1,3777 dolar Kanada.
 
Pelaku pasar mencerna serangkaian data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Aktivitas manufaktur AS pada Mei naik dari level terendah 11 tahun, tanda terkuat bahwa ekonomi mulai bangkit ketika bisnis dibuka kembali. Meski demikian, pemulihan dari krisis covid-19 dapat memakan waktu bertahun-tahun karena pengangguran yang tinggi.
 
Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur AS tercatat 43,1 persen pada Mei, naik 1,6 poin persentase dari pembacaan April di 41,5 persen, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan.
 
Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan indeks mencapai total 44 persen. Angka Pembacaan di bawah 50 persen menunjukkan sektor ini secara umum masih berkontraksi. "Pasar keuangan tetap optimistis bahwa pemulihan ekonomi global tetap ada," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah laporan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berbalik arah ke zona hijau pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi lantaran para investor mempertimbangkan kemungkinan upaya pemerintah yang menormalkan kembali kegiatan ekonomi.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif