Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kerap menangis akibat dampak covid-19  - - Foto: dok MI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kerap menangis akibat dampak covid-19 - - Foto: dok MI

Tangisan Gubernur BI dan Upaya Membangun Perahu Nabi Nuh

Ekonomi bank indonesia Berita Virus Corona Hari Ini
Husen Miftahudin • 08 April 2020 16:39
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tak pernah menyangka akan ditimpa ujian berat akibat pandemi virus korona (covid-19). Perry kerap menangis lantaran pontang-panting mencari cara untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
 
"Saya setiap malam nangis, setiap hari nangis. Kami dengan kawan-kawan BI terus berdoa karena ini isu yang sangat kompleks dan seluruh dunia sedang menghadapi ini. Di sinilah kita harus ikhtiar semaksimal mungkin," cerita Perry saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Meski demikian, Perry berkomitmen akan menyelesaikan persoalan ini dari sisi kebijakan moneter bank sentral. Salah satunya dengan menyiapkan payung aturan bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Otoritas Jasa Keuangan (ojk), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam ruang lingkup Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerangka aturan tersebut diibaratkan Perry sebagai upaya KSSK membangun bahtera atau kapal untuk menghadapi air bah, dalam hal ini wabah covid-19. Perry mengutip kisah Nabi Nuh yang membangun bahtera atas perintah Tuhan untuk menyelamatkan keluarga dan kaumnya dari air bah.

 
"Waktu itu kita ukur ini dengan skenario moderat kalau wabah banjirnya sampai rumah. Kita juga ukur kalau banjirnya sampai gedung sebagai skenario berat, hingga kalau wabah banjirnya ini sampai gunung (skenario sangat berat). Itu yang kemudian skenario-skenario ini kita diskusikan," ungkap dia.
 
Skenario-skenario ini sebagai persiapan Perry dan anggota KSSK lainnya dalam menghadapi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari covid-19. Karena yang pasti, wabah ini akan mencederai perekonomian dalam negeri.
 
Karena itu, Perry meminta dukungan kepada Komisi XI DPR agar bisa membangun kapal yang kuat. Sehingga, air bah yang datang dari covid-19 itu tak menghancurkan kapal yang dibangun dengan Perry bersama KSSK.

 
"Kami mohon dukungan ingin membangun kapal supaya kalau bah-nya itu sampai ke rumah, naik ke gedung, atau ke gunung, kapalnya itu kuat untuk menghadapi itu. Mohon dukungannya dan beri kami waktu untuk mendiskusikannya (payung aturan) secara detail," beber dia.
 
Setelah payung aturan itu terbentuk, Perry berkomitmen akan menyampaikan hasil dan progresnya kepada legislator. Adapun saat ini Perry dan anggota KSSK lainnya sedang merumuskan payung aturan pemulihan ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar industri jasa keuangan utamanya perbankan tidak terkena dampak signifikan.
 
Adapun Perry menyatakan payung aturan dari sisi fiskal untuk mendanai sektor kesehatan sudah rampung, demikian juga dengan jaring pengaman sosial untuk membantu masyarakat kecil. Dia memastikan payung-payung aturan yang dibuat tersebut akan prudent, sesuai tata kelola, dan transparan.
 
"Mari kita bangun kapal yang kuat agar kita bisa betul menyelamatkan manusia secara baik, ekonomi secara baik, sektor keuangan secara baik. Insyaalah ekonomi kita bisa tetap tangguh," pungkas Perry.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif