Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.
Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.

OJK Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Daerah

Ekonomi OJK ekonomi daerah Pemulihan Ekonomi
Antara • 10 Agustus 2020 07:14
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong akselerasi pemulihan ekonomi daerah dengan mengakomodasi kebutuhan perekonomian agar bisa mengeluarkan kebijakan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
 
"Kebijakan restrukturisasi kredit telah sangat membantu perbankan. Perbankan sedikit demi sedikit sudah mulai dibangun dengan adanya subsidi dan penjaminan kredit," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Dia menjelaskan jika perbankan yang memberikan kebijakan restrukturisasi masih belum bisa pulih, OJK akan terus membantu karena UMKM sudah ada platformnya. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah, OJK mendatangi langsung pusat pertumbuhan ekonomi daerah seperti Bandung, dan sebelumnya di Tegal, Semarang dan Solo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kunjungan di Bandung pada Minggu, 9 Agustus 2020, Wimboh mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat dan pelaku usaha untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi ekonomi dan identifikasi percepatan akses stimulus.
 
Dalam pertemuannya dengan Gubernur Ridwan Kamil, Wimboh menjelaskan OJK sejak awal terjadinya pandemi covid-18 langsung mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.
 
"Kita berharap Jabar menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi karena Jabar memiliki skala ekonomi besar dan pertumbuhan kreditnya di atas nasional yaitu lima persen," katanya.
 
Mengenai industri manufaktur di Jabar yang menurun karena permintaan ekspor yang rendah, Wimboh mengatakan OJK bersama Pemerintah akan mencari jalan keluar agar produksi tetap bisa berjalan dengan mengandalkan permintaan domestik.
 
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan sektor manufaktur terkontraksi paling dalam dampak pandemi. Kehadiran OJK, kata dia, diharapkan memberikan masukan menggerakkan sektor non-manufaktur tumbuh lebih cepat meski perkembangannya sudah positif dan menghidupkan sektor manufaktur yang berorientasi ekspor.
 
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Kadin Jabar dan Ketua REI DPD Jabar Joko Suranto menjelaskan dunia usaha di Jawa Barat mengharapkan adanya kemudahan kredit tak dari hanya dari bank BUMN tetapi juga perbankan swasta untuk alternatif pembiayaan.
 
"Pola komunikasi yang positif ini sangat kami sambut baik, karena kita merasa langsung ada monitoring dan tinjau ulang dari Pemerintah dalam hal ini OJK," ungkapnya.
 
Sebelumnya, berbagai kebijakan stimulus telah dikeluarkan OJK di masa pandemi sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. OJK sudah mengeluarkan 11 kebijakan stimulus di industri perbankan, pasar modal dan industri keuangan non-bank.
 
Kebijakan stimulus tersebut selain untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan juga berfungsi untuk menempatkan industri jasa keuangan menjadi katalis dalam menggerakkan roda perekonomian dengan memberikan daya dukung bagi sektor riil.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif