Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Rupiah Pagi Sukses Gilas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 13 Mei 2020 09:44
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.905 per USD. Mata uang Garuda sukses menggilas mata uang Paman Sam karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi di Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 13 Mei 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.880 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.875 hingga Rp14.892 per USD. Sedangkan Yahoo Finance mencatat nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.646 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi. Di sisi lain, pandemi covid-19 yang menyebar cukup luas di Amerika Serikat (AS) masih memberikan tekanan terhadap aktivitas perekonomian.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 99,9333. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0854 dari USD1,0808 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2280 dari USD1,2329 AS pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik hingga USD0,6492 dibandingkan dengan USD0,6483. Dolar AS membeli 107,25 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 107,76 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9689 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9728 franc Swiss, dan naik menjadi 1,4040 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4023 dolar Kanada.
 
Di sisi data, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tergelincir 0,8 persen pada April, penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2008. CPI inti yang disebut, ukuran inflasi lain yang diawasi ketat yang menghapus makanan dan energi, turun rekor 0,4 persen bulan lalu.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat merosot pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mengamati upaya terbaru dari Pemerintah AS yang berencana mengurangi penguncian wilayah akibat virus korona. Tidak ditampik, virus mematikan itu telah memberikan tekanan cukup dalam terhadap aktivitas perekonomian AS.
 
Sebelumnya indeks Dow Jones Industrial Average turun 457,21 poin atau 1,89 persen menjadi 23.764,78. Sedangkan S&P 500 turun 60,20 poin atau 2,05 persen menjadi 2.870,12. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 189,79 poin atau 2,06 persen menjadi 9.002,55.
 
Semua 11 sektor utama di S&P 500 turun, dengan sektor real estat berakhir turun 4,25 persen, kelompok berkinerja terburuk. Pergerakan itu terjadi karena lebih banyak negara bagian AS yang menguraikan rencana untuk melonggarkan penutupan dari pandemi covid-19.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif