Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Waspada Boncos! Hari Ini IHSG Berpotensi Terkoreksi

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Melemah
Angga Bratadharma • 18 April 2022 09:04
Jakarta: Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada hari ini. Para investor harus mewaspadai risiko tersebut, tetapi tetap ada peluang untuk mengakumulasi sejumlah saham yang berpotensi mengalami kenaikan.
 
Di sisi lain, terjadi penambahan 607 kasus baru covid-19 di Indonesia pada Minggu, 17 April, namun dengan jumlah kasus sembuh yang meningkat lebih besar 2.782. Daily positive sebesar 0,9 persen dan overall positive rate sebesar 9,8 persen (recovery rate: 96,5 persen; kasus aktif: 58.278).
 
"Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,25 persen dan Nikkei dibuka melemah 1,39 persen. Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penurunan pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada penutupan Kamis lalu waktu setempat, pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 0,33 persen, S&P 500 turun 1,21 persen, dan Nasdaq tertekan 2,14 persen. Perhatian pasar AS pada minggu ini akan tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di pertemuan IMF, dan rilis laporan keuangan beberapa perusahaan consumer.
 
Sedangkan pasar komoditas terpantau bergerak mayoritas melemah pada Kamis waktu setempat kemarin. Minyak WTI menguat 2,26 persen ke level USD106,51 per barel. Brent melemah 0,09 persen ke level USD111,23 per barel. Lalu harga batu bara melemah 0,93 persen ke level USD309,1 per ton dan nikel menguat 1,4 persen ke level USD33,442.
 
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat kemarin. Kospi melemah 0,76 persen, Nikkei melemah 0,29 persen, Hang Seng ditutup, dan Shanghai melemah 0,45 persen. IHSG ditutup melemah 0,38 persen pada perdagangan Kamis lalu ke level 7.235, dengan net buy sebesar Rp80,1 miliar.

 
Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp492 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell sebesar Rp411,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM, INCO, dan ADMR. Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif