OJK meminta perusahaan asuransi untuk mengganti kerugian nasabah apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi. Foto: dok. MI
OJK meminta perusahaan asuransi untuk mengganti kerugian nasabah apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi. Foto: dok. MI

OJK: Perusahaan Asuransi Harus Ganti Kerugian Nasabah Jika Terbukti Salah!

Ekonomi OJK asuransi industri keuangan non bank (iknb)
Husen Miftahudin • 19 April 2021 19:27
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan asuransi untuk mengganti kerugian nasabah dalam produk asuransi unit link, apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi mengatakan, pihaknya menerima sejumlah keluhan nasabah asuransi. Keluhan tersebut terkait tentang menurunnya dana yang ditempatkan dalam produk asuransi unit link.
 
"OJK telah melakukan pertemuan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan detail terkait hal ini dengan mengundang sejumlah perusahaan asuransi yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)," ujar Riswinandi dalam keterangannya, dikutip dari instagram terverifikasi OJK @ojkindonesia, Senin, 19 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Riswinandi menegaskan bahwa OJK meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera melakukan langkah-langkah penyelesaian pengaduan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
 
"Apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi, OJK meminta perusahaan untuk mengganti kerugian nasabah sepenuhnya," ucapnya.
 
Adapun tindak lanjut pengawasan OJK terkait asuransi unit link. Pertama, meminta perusahaan asuransi terkait untuk segera melakukan langkah penyelesaian pengaduan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
 
"Apabila tidak terjadi kesepakatan, maka penyelesaian dapat dimediasi oleh OJK, diselesaikan melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa atau melalui pengadilan," jelas Riswinandi.
 
Kedua, apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi, OJK meminta perusahaan untuk mengganti kerugian nasabah sepenuhnya.
 
Ketiga, meminta asosiasi untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan model pemasaran produk unit link dengan menekankan kepada transparansi produk dan memastikan bahwa konsumen telah memahami dengan benar manfaat produk.
 
"Konsumen juga telah memahami dengan benar biaya-biaya yang dibebankan, risiko investasi, prosedur klaim, penyelesaian sengketa, serta hak dan kewajiban pemegang polis lainnya," tutup Riswinandi.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif