Foto: AFP.
Foto: AFP.

Gerak Kurs Rupiah Siap Ditopang Sentimen Domestik

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah
Fetry Wuryasti • 05 Oktober 2020 07:29
Jakarta: Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2020 lalu, rupiah berada di level Rp14.865 per USD. Sepanjang pekan ini, rupiah menguat tipis 0,05 persen. Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan atau Senin, 28 September 2020, berada di level Rp14.900 per USD. Kemudian, perlahan terkerek ke level Rp14.835 per USD pada Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Sayangnya, pada akhir pekan atau Jumat, rupiah terpukul di level Rp14.849 per USD. Kabar Presiden AS Donald Trump yang terinfeksi covid-19, memicu penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.
 
Kendati demikian, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menilai likuiditas di pasar domestik maupun global masih cukup baik. Dengan tren suku bunga rendah, otomatis pelaku pasar harus mencari penempatan instrumen investasi yang lebih optimal. Akhirnya, tidak sedikit yang beralih ke Surat Utang Negara (SUN).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Surat Berharga Negara (SBN) kita ini cukup stabil, juga seperti rupiah. Keduanya beriringan. Kalau rupiah menguat, kecenderungan SBN kita akan menguat. Dalam seminggu ke depan, dia akan bergerak dalam rentang yang sempit untuk SBN maupun rupiah," ujar Ramdhan saat dihubungi, Minggu, 4 Oktober 2020.
 
Saat ini, kepemilikan asing di pasar SBN terbilang menurun. Dari kisaran normal sekitar 39-40 persen, kini kepemilikan asing tinggal 28,5 persen. Total, lebih dari Rp125 triliun dana asing yang keluar sejak awal tahun. Kondisi itu sempat mengguncang pasar SBN dan saham pada awal pandemi.
 
"Tetapi, pasar domestik cukup kuat dengan stimulus yang pemerintah gelontorkan. Ada peran Bank Indonesia yang menjaga pasar primer dan sekunder. Keran perbankan juga dibuka lebih besar. Karena kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) diperkecil, dana mereka masuknya ke SBN. Instrumen yang relatif lebih aman dan mudah bagi perbankan, karena akses market sudah cukup baik," jelasnya.
 
Dalam sebulan terakhir, rupiah tergolong stabil di kisaran gerak sempit, yakni Rp14.700-Rp14.900 per USD. Ini disebabkan kekuatan pasar domestik cukup baik dalam menopang rupiah dan SUN.
 
Dia memperkirakan rupiah dalam sepekan ke depan bergerak dengan rentang tipis, baik melemah maupun menguat. Adapun kisarannya pada Rp14.800-Rp14.950 per USD.
 
"Tingkat kehati-hatiannya tinggi di pasar. Bergeraknya (rupiah) akan variatif. Sebab, belum ada stimulus yang mendongkrak pasar rupiah. Apalagi di eksternal ketidakpastian meningkat kembali," paparnya.
 
Meningkatnya ketidakpastian di pasar global dan domestik turut dipengaruhi lonjakan kasus covid-19. Pun, vaksinasi covid-19 juga belum dilakukan sampai saat ini.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif