Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Biden Resmi Jadi Presiden, Rupiah Pagi Gilas Dolar AS

Ekonomi Kurs Rupiah
Angga Bratadharma • 21 Januari 2021 09:30
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.035 per USD. Mata uang Garuda sukses menggilas mata uang Paman Sam di saat Joe Biden resmi dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 21 Januari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.022 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.006 hingga Rp14.022 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.850 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat jatuh terhadap sebagian besar mata uang pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pasalnya sentimen risiko terangkat di tengah optimisme tentang paket stimulus besar-besaran di bawah pemerintahan baru Joe Biden yang kemungkinan akan mendukung pemulihan ekonomi AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Greenback melemah terhadap yen serta mata uang terkait dengan harga komoditas seperti dolar Australia, Kanada, Selandia Baru, dan krona Norwegia. Dolar AS turun ke level terendah tiga tahun terhadap mata uang Kanada dan sterling, sementara mencapai level terendah dua minggu terhadap yen.
 
S&P 500 naik ke tertinggi baru sepanjang masa, sementara harga minyak mentah berjangka AS naik seiring berlanjutnya reli risiko. Biden dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) bersumpah untuk mengakhiri 'perang tak beradab' di negaranya.
 
Adapun perang tersebut membuat Amerika Serikat terpecah belah dan terguncang oleh ekonomi yang terpukul serta pandemi virus korona yang mengamuk telah menewaskan lebih dari 400 ribu warganya. Pemerintah baru diharapkan mendorong melalui Kongres rencana stimulus fiskal AS hampir USD2 triliun.
 
"Setelah Anda tidak lagi yakin tentang sesuatu dan hal itu terwujud, optimisme keseluruhan tumbuh dan memberi jalan kepada narasi pemulihan global," kata Ahli Strategi dan Pedagang Valas Senior Tempus Inc. Juan Perez, di Washington.
 
"Pemilu dan masalah setelahnya -semuanya memainkan peran yang dramatis, tapi sekarang sudah berakhir. Joe Biden adalah presiden dan harapan stimulus, seperti beberapa pasar, berada pada rekor tertinggi," pungkasnya.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif