Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

BI Prediksi Juni 2021 Deflasi 0,09%

Ekonomi Inflasi kenaikan harga Bank Indonesia inflasi deflasi komoditas
Husen Miftahudin • 04 Juni 2021 17:44
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2021 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen (mtm). Meskipun demikian, bank sentral memastikan bahwa tingkat IHK tersebut masih relatif terkendali.
 
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan tingkat perkembangan harga ini merupakan hasil dari Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan bank sentral di pekan pertama bulan ini.
 
"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40 persen (yoy)," ungkap Erwin dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 4 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun penyumbang utama deflasi Juni 2021 yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah yang masing-masing sebesar 0,08 persen (mtm); tarif angkutan antarkota 0,06 persen (mtm); cabai rawit 0,04 persen (mtm); bawang merah 0,02 persen (mtm); tomat, kelapa, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

 
Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami inflasi, antara lain emas perhiasan sebesar 0,04 persen (mtm); telur ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm); minyak goreng, nasi dengan lauk, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).  
 
Terkait hal tersebut Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tegas Erwin.
 
Pada Mei 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Dengan perkembangan ini, maka inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,90 persen, sedangkan inflasi secara tahunan 1,68 persen.
 
Inflasi Mei 2021 terjadi karena besarnya kenaikan harga bahan makanan untuk kebutuhan puasa dan Lebaran. Kenaikan terjadi karena tingginya permintaan masyarakat, utamanya pada daging ayam ras yang menyumbang inflasi 0,04 persen; jeruk, minyak goreng, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen; serta ayam hidup, kelapa, apel, dan kentang sebesar 0,01 persen.
 
Kelompok transportasi juga mencatat inflasi sebesar 0,71 persen. Kelompok pengeluaran ini memberi andil terhadap inflasi Mei 2021 sebesar 0,08 persen, dengan andil terbesar berasal dari tarif angkutan udara.

 
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,04 persen; tarif angkutan antarkota sebesar 0,02 persen; serta tarif parkir dan tarif kereta api masing-masing sebesar 0,01 persen.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif