OJK memastikan masalah kredit yang menimpa PT Bank Mayapada Tbk tuntas. Foto: Dok. Bank Mayapada
OJK memastikan masalah kredit yang menimpa PT Bank Mayapada Tbk tuntas. Foto: Dok. Bank Mayapada

OJK Pastikan Masalah Kredit Bank Mayapada Tuntas

Ekonomi OJK Kredit
Desi Angriani • 13 Juli 2020 13:47
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan masalah kredit yang menimpa PT Bank Mayapada Tbk tuntas. Pasalnya, pemilik bank sudah melakukan rencana aksi untuk menyelesaikan ketentuan mengenai Batas Minimum Penyaluran Kredit (BMPK) tersebut.
 
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo menjelaskan action plan menjadi jalan keluar bagi Mayapada untuk menambah modal ketika kreditnya melebihi ketentuan BMPK.
 
"Tindak lanjutnya itu sudah kita lakukan, bank sudah menyampaikan action plan. Pak Tahir itu sportif, kapan saja dipanggil datang dia. Dia sudah berikan aset pribadinya juga sudah, bahkan dia sudah serahkan duit juga sudah," ungkap Slamet Edy kepada wartawan di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan Dato Sri Tahir selaku pemilik Bank Mayapada sudah beberapa kali menyuntikkan modal ke bank tersebut. Setoran pertama sebesar Rp3,75 triliun dan penempatan dana berikutnya sebesar Rp1 triliun secara tunai.
 
Selain itu, Tahir disebut juga melakukan aksi penambahan modal senilai Rp17,9 triliun ke Bank Mayapada. Modal itu berasal dari kredit macet debitur serta dari kelompok tertentu yang mendapatkan kredit melebihi BMPK.
 
"BMPK itu kan sudah diselesaikan dengan cara menyerahkan asetnya, kan berarti sudah dilunasi. Kan kalau sudah dilunasi berarti kan BMPK-nya sebenarnya sudah tidak ada. Hanya memang ada beberapa progres, asetnya tinggal dijual," jelas Slamet.
 
Adapun pelanggaran terjadi lantaran ketidaktahuan bank atas ketentuan Batas Minimum Penyaluran Kredit. Pelanggaran BMPK itu lantaran Bank Mayapada memberikan kredit jumbo yang terfokus untuk beberapa kelompok saja.
 
"Mereka itu tidak sengaja untuk melakukan pelanggaran. Kalau bisa dikatakan mungkin pelampauan. Karena mereka tidak mengerti saja," tukas Slamet.
 
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya menyentil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap sejumlah perbankan. Antara lain PT BTN (Persero) Tbk, PT Bank Yudha Bhakti Tbk, PT Bank Banten, PT Bank Bukopin Tbk, dan PT Bank Muamalat Indonesia, hingga PT Bank Mayapada Tbk.

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif