Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Libas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 07 April 2020 09:28
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp16.412 per USD. Mata uang Garuda berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam di tengah kekhawatiran yang meningkat atas wabah covid-19 di seluruh dunia.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 7 April 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp16.385 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.385 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.174 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena ketidakpastian akibat covid-19 mendorong selera para investor untuk memburu mata uang tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,13 persen menjadi 100,6932 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro melemah menjadi USD1,0797 dari USD1,0811 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris menguat menjadi USD1,2300 dari USD1,2272 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6090 dibandingkan dengan USD0,5998. Dolar AS dibeli pada 109,05 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,27 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9782 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9760 franc Swiss, dan turun menjadi 1,4118 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4154 dolar Kanada.
 
Dari sudut pandang pasar, Pemerintah AS mungkin kurang fokus secara radikal pada risiko kesehatan ketika menimbang antara risiko kesehatan dan ekonomi, karena Washington bergantung pada penutupan yang mungkin singkat dan terbatas, Ulrich Leuchtmann, lapor analis di Commerzbank Research.
 
"Itu akan menjadi positif bagi dolar AS, karena pasar perdagangan valuta asing adalah ekonomi, bukan sudut pandang moral," kata Leuchtmann.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir melonjak pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) dengan rata-rata ketiga indeks utama ditutup melesat lebih dari tujuh persen. Penguatan dapat terjadi setelah kemunduran bursa saham Wall Street pada minggu sebelumnya di tengah pandemi covid-19.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 1.627,46 poin atau 7,73 persen menjadi 22.679,99. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 175,03 poin atau 7,03 persen menjadi 2.663,68. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq melonjak sebanyak 540,15 poin atau 7,33 persen menjadi 7.913,24.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif