Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

BTN Siapkan Rp275 Miliar Beli Saham via Pasar Sekunder

Ekonomi btn
Ade Hapsari Lestarini • 30 Maret 2020 12:11
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melakukan pembelian saham (buyback) perseroan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai instruksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah fluktuasi harga saham seperti saat ini.
 
Perseroan mengikuti anjuran dari OJK dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi, melakukan stabilisasi harga saham dan meningkatkan kepercayaan pasar akan kinerja BTN ke depan dengan cara memberikan insentif variabel dalam bentuk Long Term Incentive (LTI) kepada pengurus bank dan pegawai.
 
Nantinya, dana LTI ini akan digunakan untuk pembelian saham BBTN melalui pasar sekunder. Langkah ini merupakan dukungan perseroan terhadap program pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dalam negeri khususnya dalam mengatasi kejatuhan harga saham BUMN di pasar saham usai covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembelian saham juga dimaksudkan untuk memotivasi pegawai dalam mendukung kinerja perusahaan sesuai dengan penilaian tertentu," kata Direktur Finance, Planning and Treasury BTN Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 30 Maret 2020.
 
Nixon mengungkapkan perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk melakukan pembelian saham BBTN. Perseroan telah menunjuk perusahaan sekuritas sebagai perantara pedagang efek untuk melakukan pembelian saham tersebut.
 
Menurut Nixon, pembelian saham seluruhnya diarahkan pada saham di pasar sekunder untuk program LTI, serta dalam rangka mendorong implementasi Prudential Risk Taking sesuai POJK Nomor 45.
 
Selain itu perseroan telah menyiapkan skenario pembelian saham dengan tiga tahapan pembelian yang akan dimulai 2020 sebesar 50 persen dari total anggaran yang disiapkan. Kemudian dilanjutkan pada 2021 dan 2022 dengan alokasi masing-masing 25 persen dari dana yang disiapkan untuk pembelian saham tersebut.
 
"Jadi 2020 kami sudah siap untuk melakukan pembelian saham dengan alokasi dana sebesar Rp137,5 miliar atau 50 persen dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp275 miliar," kata Nixon.
 
Menurut dia, pembelian saham perseroan ini tidak akan mengganggu bisnis perseroan. Dia meyakini pembelian saham tersebut akan memberikan sentimen positif bagi kinerja perusahaan.
 
"Karena ditujukan untuk pengurus bank dan pegawai BTN, maka diharapkan dapat mendorong pelaksanaan budaya berbasis kinerja sekaligus meningkatkan nilai kapitalisasi dan stabilisasi harga saham perseroan," pungkas Nixon.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif