Presiden Direktur MARK Ridwan Goh. FOTO: Mark Dynamics Indonesia
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh. FOTO: Mark Dynamics Indonesia

Mark Dynamics Siap Buyback Saham Rp15 Miliar

Ekonomi emiten
Angga Bratadharma • 24 Maret 2020 11:49
Jakarta: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, emiten yang bergerak di cetakan sarung tangan kesehatan, berencana membeli kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya Rp15 miliar. Emiten berkode saham MARK tersebut menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk untuk melakukan buyback saham.
 
Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh menjelaskan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 23 Maret 2020 sampai dengan 23 Juni 2020. Buyback tersebut akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen MARK.
 
"Yang pasti, pembeliannya akan dilakukan pada harga yang merujuk pada ketentuan yang berlaku," jelas Ridwan Goh, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencananya, dana yang akan digunakan untuk buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp15 miliar dengan mengandalkan kas internal perseroan. Jumlah ini sudah termasuk biaya komisi pedagang perantara maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan buyback.
 
Ridwan Goh menjelaskan rencana buyback telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) menimbang kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang ada.
 
Seperti diketahui, OJK mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
 
Kebijakan tersebut didasari oleh tren penurunan IHSG yang mencapai 18,46 persen sejak awal tahun hingga surat edaran dikeluarkan, serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang melambat seiring merebaknya wabah virus korona yang diidentifikasi sebagai 'kondisi lain' dalam peraturan OJK.
 
Dengan asumsi maksimum penggunaan dana sebesar Rp15 miliar, MARK memproyeksikan ekuitas MARK akan menjadi sebesar Rp261,5 miliar, apabila menggunakan laporan keuangan kuartal III-2019. MARK berkeyakinan buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha.
 
Sebab MARK memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha. "Berkenaan dengan transaksi tersebut maka dampak terhadap biaya operasional tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target," pungkas Ridwan Goh.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif