Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

IHSG Perdagangan Pagi Dibuka Tak Bernyali Menguat

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Melemah
Angga Bratadharma • 27 April 2022 09:39
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi terpantau di buka di area merah dan masih belum mampu berbalik arah. Kondisi itu sejalan dengan tren melemahnya bursa global yang merespons kebijakan moneter bank sentral yang bakal lebih agresif guna memerangi inflasi.
 
IHSG Rabu, 27 April 2022, perdagangan pagi dibuka melemah ke 7.211 ketimbang penutupan hari sebelumnya dengan level tertinggi di 7.217 dan terendah di 7.188. Volume perdagangan pagi sebanyak 464 lembar saham senilai Rp266 miliar. Sebanyak 134 saham menguat, sebanyak 101 saham melemah, dan sebanyak 248 saham stagnan.
 
Bursa saham Amerika Serikat terpantau jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB. Saham teknologi Nasdaq ditutup turun hampir empat persen, karena aksi jual besar-besaran terjadi di Wall Street.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 809,28 poin atau 2,38 persen menjadi 33.240,18. Sedangkan indeks S&P 500 turun 120,92 poin atau 2,81 persen menjadi 4.175,20. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 514,11 poin atau 3,95 persen menjadi 12.490,74.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan teknologi masing-masing turun 4,99 persen dan 3,71 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor energi naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.
 
Saham Microsoft dan induk Google Alphabet keduanya turun lebih dari tiga persen menjelang laporan pendapatan. Saham raksasa teknologi AS lainnya, seperti Meta Platforms, Apple, Amazon, dan Netflix, semuanya ditutup turun secara signifikan. Aksi jual pasar terjadi karena kekhawatiran tentang Fed dan kenaikan suku bunga bank sentral lainnya telah meningkat.

Menaikkan suku bunga secepatnya

Pekan lalu, sejumlah pejabat Fed menegaskan kembali keinginan mereka untuk menaikkan suku bunga secepatnya, memperkuat ekspektasi pasar Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan.
 
Ketua Fed Jerome Powell menegaskan tekad bank sentral AS untuk menurunkan inflasi, menunjukkan kenaikan 50 basis poin di atas meja pada pertemuan kebijakan Mei. Presiden Fed St Louis James Bullard mengaku tidak akan mengesampingkan kenaikan 0,75 persen dalam suku bunga dana Fed di beberapa titik.
 
"Ekspektasi pasar untuk tingkat suku bunga Fed akhir tahun naik dari 2,5 persen menjadi 2,8 persen pekan lalu, meningkatkan kekhawatiran tentang dampak pada pertumbuhan ekonomi," pungkas Analis UBS Global Wealth Management dalam sebuah catatan.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif