Suasana program Do It Metro TV. Jaga Amanah Dengan Asuransi Syariah. (Foto: Metro TV)
Suasana program Do It Metro TV. Jaga Amanah Dengan Asuransi Syariah. (Foto: Metro TV)

Istilah Umum yang Wajib Diketahui dalam Asuransi Syariah

Ekonomi asuransi syariah Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 18 Mei 2021 07:00
Jakarta: Kesadaran untuk memiliki asuransi semakin meningkat pada masa pandemi covid-19. Wabah ini membuat banyak orang semakin sadar akan pentingnya proteksi keuangan
 
Bagi Anda yang sedang berkeinginan ingin memiliki asuransi, sekarang Anda memiliki dua pilihan. Ada pilihan asuransi syariah, dan juga non-syariah (konvensional).
 
Jika tertarik ingin menggunakan asuransi syariah, sebaiknya ketahui dan pahami istilah yang sering ditemukan dalam asuransi syariah. Menurut penjelasan Director and Chief Employee Benefit and Syariah Distribusion Manulife Indonesia Karjadi Pranoto, berikut istilah yang sering digunakan dalam asuransi syariah.

1. Akad

Ikatan atau ijab, dan qabul yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Baik sesama peserta, maupun antara peserta, dan perusahaan sebagai pengelola dana tabarru.

2. Dana Tabarru

Dalam bahasa Arab, artinya kebaikan, merupakan akad hibah tanpa tujuan komersil, atau secara ikhlas memberikan dana dari satu peserta ke peserta lain jika mengalami musibah.

3. Wakalah Bil Ujrah'

Akad antara peserta dan pengelola, di mana peserta memberikan kuasa atau mewakilkan kuasa kepada perusaahan syariah untuk mengelola dana tabarru, dan atas jasa pengelolaan tersebut pengelola berhak mendapatkan upah pengelolaan, atau disebut ujrah.

4. Gardh

Pinjaman dana dari perusahaan kepada dana tabarru untuk menanggulangi ketidakcukupan dana tabarru untuk membayar klaim kepada peserta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Istilah Umum yang Wajib Diketahui dalam Asuransi Syariah
(Director and Chief Employee Benefit and Syariah Distribusion Manulife Indonesia Karjadi Pranoto. Foto: Dok. Manulife Indonesia)

Tips Memilih Asuransi Syariah

Dalam memilih produk asuransi syariah, calon pengguna harus mengenali kebutuhannya saat ini. Sama seperti pada asuransi non-syariah atau konvensional, di mana calon nasabah harus bisa mengenali apa yang dibutuhkannya saat ini, antara asuransi jiwa atau kesehatan.
 
"Kita harus tahu kebutuhan. Baru cek dan mencari asuransi syariah yang sesuai dengan kebutuhan kita," ujar Oti, biasa dia disapa, dalam program Do It Metro TV, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Dalam mencari asuransi syariah yang cocok, tentu banyak faktor yang harus dinilai. Salah satu yang penting ialah risk based capital (RBC) pada suatu perusahaan asuransi syariah. Tingkat RBC menjadi gambaran baik atau buruknya kondisi perusahaan asuransi syariah. 
 
"Semakin tinggi RBC, maka persuahaan asuransi syariah dinyatakan sehat. Ada ketentuannya," kata Oti. 
 
Setelah memahami RBC, calon pengguna juga harus mengamati cara pelayanannya. Apakah pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan keinginan calon pengguna. 
 
"Pada dasarnya, membeli asuransi bukan hanya untuk jangka pendek saja, tapi jangka panjang. Bukan dinikmati kita sendiri, tapi juga ahli warisnya," ujarnya. 
 


 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif