Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Kenaikan Inflasi dan Isu Vaksinasi Bikin Rupiah Meroket

Ekonomi Kurs Rupiah vaksin covid-19
Husen Miftahudin • 04 Januari 2021 19:56
Jakarta: Di perdagangan awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan signifikan. Kenaikan mata uang Garuda ini didukung data inflasi dan isu vaksinasi yang terus berlanjut.
 
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan harga atau inflasi sebesar 1,68 persen sepanjang tahun lalu. Secara bulanan, tingkat harga inflasi sebesar 0,45 persen pada Desember 2020.
 
"Inflasi ini lebih besar dari 0,28 persen pada November 2020 dan 0,34 persen pada Desember 2019. Ini menandakan positif karena konsumsi masyarakat sudah kembali menggeliat," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjut Ibrahim, pemerintah sudah mendistribusikan vaksin covid-19 ke 34 provinsi, meskipun dalam gelombang pertama masih difokuskan ke instansi-instansi tertentu. Sedangkan vaksinasi dilakukan pada Januari 2021 hingga April 2021. Vaksin akan disuntikkan kepada 1,3 juta petugas kesehatan dan 17,4 juta petugas publik.
 
"Niat baik pemerintah sudah cukup membawa pelaku pasar kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri karena bukti sudah bisa diperlihatkan, dan pemerintah begitu cepat dan tanggap tentang penanganan covid-19 ini," paparnya.
 
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat juga meningkat terhadap sikap pemerintah yang cepat tanggap, sigap, dan tegas. Walaupun secara bersamaan Pemerintah DKI Jakarta masih memperpanjang PSBB Transisi hingga 17 Januari 2021.
 
"Namun masyarakat tidak panik dan sudah terbiasa dengan kondisi saat ini. Yang terpenting protokol kesehatan terus dijaga dengan menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan," pesan Ibrahim.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat signifikan dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp13.895 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 155 poin atau setara 1,10 persen.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur hijau pada posisi Rp13.902 per USD. Rupiah melompat 154 poin atau setara 1,10 persen dari Rp14.057 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp13.903 per USD atau menguat 202 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.105 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka menguat di level Rp14.040 per USD sampai Rp14.080 per USD," tutup Ibrahim.
 
"Dalam perdagangan awal tahun ini, rupiah ditutup menguat tajam 155 poin di level Rp13.895 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.050 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka menguat di level Rp13.850 per USD hingga Rp14.900 per USD," pungkas Ibrahim. 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif