Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Harga Capai Rp824 Juta, Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tembus USD1 Triliun

Ekonomi Bitcoin investor Kapitalisasi Pasar Bitcoin Aset Kripto
Husen Miftahudin • 12 Oktober 2021 13:36
Jakarta: Harga bitcoin kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa pagi, 12 Oktober 2021. Mengutip bursa platform crypto exchange Indodax, harga bitcoin sudah mencapai Rp824 juta per koin. Dengan harga ini, kapitalisasi pasar bitcoin mencapai lebih dari USD1 triliun.
 
Menanggapi hal tersebut, CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan bahwa kenaikan harga bitcoin semakin menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset kripto. Meskipun sempat terjadi penurunan harga akibat kasus Evergrande dan pelarangan oleh Tiongkok, namun hal tersebut tidak berdampak serius terhadap bitcoin.
 
"Hari ini kita bisa buktikan bahwa bitcoin kembali mengalami kenaikan. Hanya butuh waktu satu pekan bagi bitcoin untuk menunjukkan tajinya dari harga Rp690 juta ke Rp824 juta," ujar Oscar dalam siaran persnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Oscar, kenaikan harga bitcoin terjadi karena tingginya permintaan seiring dengan tumbuhnya kepercayaan (trust) dan pemahaman masyarakat terhadap fundamental bitcoin. Bahkan ia mengeklaim saat ini semakin banyak masyarakat yang melek berinvestasi di aset kripto.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai faktor-faktor naik turunnya harga aset kripto. Pertama adalah hukum pasar tentang penawaran dan permintaan. Apabila penawaran sedikit namun permintaannya banyak maka harga otomatis akan naik, begitu pula sebaliknya.
 
"Di dalam kasus ini, bitcoin memiliki stok yang 'terbatas' namun permintaan terhadap bitcoin semakin banyak dari seluruh dunia. Maka wajar saja harganya setiap tahun semakin tinggi," ungkap dia.
 
Faktor selanjutnya adalah psikologis investor. Semakin banyak orang yang mempercayai kripto sebagai sebuah aset yang layak untuk dimiliki, maka semakin banyak pula yang berminat untuk membeli. Kondisi tersebut membuat harganya semakin menguat.
 
"Tidak lupa juga, sentimen berita internasional yang menyorot soal kripto maupun ekonomi makro dan mikro juga turut mempengaruhi harga aset kripto," tuturnya.
 
Oscar bilang, usai market memerah yang terjadi karena kasus Evergrande dan pelarangan kripto oleh Tiongkok, nyatanya sentimen berita positif kripto semakin banyak bermunculan. Salah satunya rencana Twitter yang akan segera dapat mengirimkan bitcoin antara satu pengguna dengan pengguna lainnya secara instan dan hampir tanpa biaya.
 
Berita positif lainnya terkait dengan pernyataan Ketua Securities and Exchange Commission Amerika Serikat Gary Gensler yang menegaskan kembali dukungannya untuk bursa bitcoin yang akan diinvestasikan dalam kontrak berjangka. Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam sambutannya di depan Kongres juga mengatakan bahwa pihaknya tidak berniat melarang semua aset kripto.
 
"Dukungan terhadap bitcoin dan kripto juga datang dari regulator keuangan Swiss yang menyetujui investasi kripto karena dinilai akan memicu inovasi teknologi. Selain itu, ada berita perusahaan manajemen aset besutan George Soros, yakni Soros Fund Management yang mengkonfirmasi bahwa perusahaan sudah memiliki Bitcoin," beber dia.
 
Penyebab lainnya dari kenaikan harga bitcoin adalah pengkinian blockchain bitcoin bernama taproot untuk menambah fungsi smart contract pada bitcoin yang hingga kini baru bisa dijalankan di jaringan ethereum. Dengan pengkinian tersebut, maka akan menambah efisiensi dari bitcoin itu sendiri.
 
"Dengan adanya upgrade taproot ini, privasi dan efisiensi transaksi akan lebih baik lagi. Peningkatan efisiensi ini tentu menjadi salah satu faktor kuat pendorong 'investor besar' untuk berinvestasi di bitcoin, sehingga bitcoin mengalami kenaikan," pungkas Oscar.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif