Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Cara Maybank Indonesia Perkuat Keuangan Digital

Ekonomi Maybank Indonesia
Angga Bratadharma • 28 Mei 2021 08:20
Jakarta: Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan masa depan perbankan syariah di Indonesia masih sangat menjanjikan. Jika dilihat dari perspektif transaksi perbankan, pandemi mengubah perilaku nasabah dan situasi ini mempercepat adopsi kemajuan teknologi digital.
 
"Yang juga berkontribusi signifikan terhadap penggunaan digital banking, termasuk di Maybank Indonesia," kata Taswin, dalam 'Shariah Thought Leaders Forum 2021', yang digelar secara virtual, Kamis, 27 Mei 2021.
 
Berangkat dari hal itu , lanjutnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS Maybank) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Shariah Thought Leaders Forum  dengan tema 'From Niche to Mainstream: Accelarating Shariah Economy and Finance in the Digital Era'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pembicara di forum ini berdiskusi mengenai peran dari setiap kekuatan pendorong yang membangun ekonomi Syariah, mulai dari peran transformasi digital hingga pertumbuhan supply chain berbasis ekonomi Syariah.
 
Di sisi lain, Maybank Indonesia Syariah mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp173 miliar di kuartal I-2021 atau menguat sebanyak 58,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
"Strategi sharia first dan implementasi leverage model pada unit usaha syariah berkontribusi pada peningkatan kinerja Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia secara signifikan," ungkap Taswin.
 
Pembiayaan unit usaha syariah bertumbuh sebesar 3,5 persen menjadi Rp25,3 triliun dari Rp24,4 triliun. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia tumbuh 13,2 persen menjadi Rp29,5 triliun dari Rp26,1 triliun, ditopang pertumbuhan dana murah (CASA) syariah sebesar 42,6 persen.
 
Sementara Financing to Deposit Ratio (FDR), atau rasio pembiayaan terhadap pendanaan unit usaha syariah membaik menjadi 85,5 persen per 31 Maret 2021 dari 93,8 persen di tahun lalu. Total aset unit usaha syariah naik 12,9 persen menjadi Rp35,9 triliun atau menyumbang 20,7 persen dari total aset konsolidasian per 31 Maret 2021.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif