Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Samtrade FX Disuspensi Otoritas Singapura, Pakar: Investor Asal Indonesia Harus Lebih Berhati-Hati

Ekonomi investor investasi Bursa Saham Pasar Saham
Angga Bratadharma • 15 Januari 2022 11:31
Jakarta: Samtrade FX kini menjadi buah bibir di kalangan investor. Pasalnya, perusahaan broker tersebut disuspensi oleh Monetary Authority of Singapore (MAS). Keputusan itu diambil MAS karena Samtrade FX diduga tidak memiliki izin resmi dan belum terverifikasi.
 
Dengan dilakukannya suspen tersebut, para investor kini was-was lantaran tidak bisa melakukan deposit, hingga penarikan uang atau withdraw. Diketahui, Samtrade FX merupakan broker cukup besar di Singapura, bahkan perusahaan ini terafiliasi dengan Samtrade Academy yang memberikan pelatihan untuk mereka yang ingin mempelajari hal seputar online trading.
 
Samtrade Academy diketahui menjalin kerja sama dengan Persija sepanjang Liga I di 2021 sehingga logo perusahaan tersebut terpampang pada jersey para pemain. Para investor Samtrade FX  yang berasal dari Indonesia ternyata sangat banyak. Sebab Samtrade FX juga digunakan di beberapa aplikasi seperti Fin888 Samtrade.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Universitas Gajah Mada Muhammad Fatahillah Akbar angkat bicara. Menurutnya sebaiknya sebelum melakukan investasi para investor harus mempelajari dulu terkait izin dan hukum terkait.

 
"Jadi jangan hanya ikut-ikutan saja. Kemudian terkait dengan implikasinya pada investor Indonesia yang menanamkan modalnya di sana, ya harus menunggu titik terang masalah tersebut selesai di Singapura," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Januari 2022.
 
Namun, lanjutnya, tetap terus berkomunikasi dengan perusahaan aplikasi untuk tetap menjalankan kewajiban menjaga dana tersebut dari kemungkinan penyelewengan. Nantinya, tambah Akbar, jika ternyata memang terjadi pelanggaran administratif maka dana nasabah kemungkinan bisa dikembalikan.
 
Tetapi, menurutnya, jika terdapat unsur pidana jangan harap uang tersebut akan kembali. Ia menegaskan konsekuensi hukumnya harus menunggu permasalahan selesai di negara asal. Jika dianggap pelanggaran administratif maka dana investor atau nasabah akan mungkin dikembalikan.
 
"Namun jika masuk indikasi pidana maka dananya tidak akan kembali. Sebaiknya sebelum melakukan investasi lebih hati-hati dan jangan tergiur pada janji manis semata," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif