Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Gara-gara Ekspektasi Inflasi Global, Rupiah Lagi-lagi Nyusruk ke Rp14.830/USD

Husen Miftahudin • 28 Juni 2022 15:52
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali tersungkur terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini akibat ekspektasi inflasi yang mendorong penilaian ulang terhadap prospek kenaikan suku bunga agresif di samping para pelaku pasar yang bergejolak menahan penurunan lebih luas.
 
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, taruhan kenaikan suku bunga yang agresif telah mendorong dolar dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di 105,79 awal bulan ini.
 
"Tetapi dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga komoditas yang lebih luas, sehingga investor menjadi berhati-hati," kata Ibrahim dalam analisis hariannya, Selasa, 28 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, forum tahunan Bank Sentral Eropa tentang perbankan sentral di Sintra, Portugal, sedang berlangsung dengan Presiden ECB Christine Lagarde dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell AS  keduanya menghadiri pertemuan tersebut. Pasar akan mengamati tanda-tanda pergerakan kebijakan di masa depan.
 
Mata uang komoditas berada di bawah tekanan karena data menunjukkan keuntungan di perusahaan industri Tiongkok yang menyusut lagi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat setelah penurunan tajam pada April.
 
"Data pesanan barang tahan lama inti yang mengukur nilai total pesanan baru untuk barang-barang manufaktur tahan lama meningkat 0,7 persen pada Mei. Ini menunjukkan kekuatan berkelanjutan dalam pengeluaran bisnis untuk peralatan, tetapi kenaikan suku bunga dapat memperlambat momentum," urainya.
 
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko stagflasi global yang masih akan membayangi perekonomian Indonesia ke depan, meskipun beberapa agensi yang datang ke Indonesia mengatakan percaya diri dengan kondisi Tanah Air.
 
Saat ini, BI masih sangat concern terkait inflasi meskipun di 2022 ini inflasi bakal melewati batas atas BI di level empat persen. Kendati demikian, Bank Indonesia optimistis inflasi pada 2023 akan kembali pada kisaran tiga persen plus minus satu persen.
 
"BI akan terus mewaspadai tingkat inflasi kedepannya, terutama dari volatile food dan dampak terhadap ekspektasi inflasi. Dalam hal ini, BI akan menggunakan all out kebijakan yang mereka miliki termasuk penyesuaian suku bunga jika ada sinyal-sinyal kenaikan inflasi inti. Sedangkan pada saat ini inflasi inti masih dalam posisi 3,6 persen," jelas Ibrahim.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.830 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 33 poin atau setara 0,23 persen dari posisi Rp14.797 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.839 per USD. Rupiah melemah 40 poin atau setara 0,27 persen dari Rp14.799 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.837 per USD atau turun 35 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.802 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.820 per USD hingga Rp14.860 per USD," pungkas Ibrahim.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif