Ilustrasi. Foto: dok MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Adam Dwi.

5 Faktor yang Jadi Biang Kerok Jebloknya IHSG

Ekonomi IHSG Saham Bursa Saham BEI Ekonomi Global IHSG Melemah Inflasi AS
Antara • 09 Mei 2022 17:53
Jakarta: Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga lebih dari dua persen pada perdagangan Senin, dinilai terkait dengan kondisi makroekonomi dunia yang imbasnya dirasakan di dalam negeri.
 
Perdagangan saham di BEI setelah libur Idulfitri 2022 diawali dengan penurunan signifikan IHSG hingga di angka 6.911,84 pada pembukaan pasar saham, Senin.

Terdapat beberapa poin dari kondisi makro ekonomi yang terjadi di dunia. Kondisi-kondisi yang memengaruhi antara lain:

  1. Nilai inflasi Amerika Serikat.
  2. Pelemahan nilai tukar rupiah.
  3. Perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak 24 Februari 2022.
  4. Harga minyak dunia yang naik.
  5. Kondisi makroekonomi yang nyaris mirip seperti di 2013.
"Ini bukan salah pemerintah. Ini adalah global disaster post covid yang menyebabkan inflasi yang harus dihadapi bersama. Harga pasti akan naik karena mengikuti global market," ujar Menurut CEO & Founder perusahaan riset market timing PT Astronacci International Dr Gema Merdeka Goeyardi, dilansir Antara, Senin, 9 Mei 2022.
 
Gema Goeyardi juga mengaku telah memprediksi kondisi IHSG crash ini sebelumnya, sebagaimana disampaikan dalam tayangan video di kanal YouTube Astronacci International "Tradepreneur Eps.37: Big Early Warning 2022 untuk Investor & Trader".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan dengan kondisi makroekonomi yang terjadi di dunia saat ini, tentu saja berdampak pada pergerakan IHSG di Indonesia. "Negara kita tidak hidup sendiri. Negara kita bergerak bersama-sama dengan negara lain, dan pastinya akan berdampak ke Indonesia," ujar Gema dalam siaran persnya.

Metode Astronacci

Gema mengatakan dirinya beberapa kali berhasil memprediksi IHSG crash sejak 2013 dengan menggunakan metode Astronacci (Astrology & Fibonacci). Kini kembali terbukti IHSG terjun bebas hingga di angka terendah 6.911,84 pada pembukaan hari ini, dibanding dengan penutupan pada 28 April 2022 di angka 7,228.91.
 
Metode analisis yang dilakukan oleh Astronacci International tersebut juga digunakan oleh institusi lokal maupun asing yang bisa didapatkan di Bloomberg. Hasil riset juga bisa didapatkan melalui aplikasi A-CLUB Super App yang bisa diunduh dari Playstore maupun App Store.
 
Menurut dia, setelah mini crash selesai, idealnya IHSG akan kembali melanjutkan rally bullish berikutnya dengan target resistance terdekat pada area 7.800 setelah terjadi reversal pada area support.
 
Melihat penurunan yang signifikan pada pasar Indonesia, Astronacci International memberikan beberapa rekomendasi saham yang memiliki outlook bagus ke depannya di tahun ini seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra Internasional Tbk (ASII), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
 
Ia tentu mengharapkan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, dengan memberikan peringatan lebih awal mengenai krisis perekonomian yang akan terjadi ke depannya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif