NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

IHSG Masih Lesu

Ekonomi ihsg
Ade Hapsari Lestarini • 20 Maret 2020 09:56
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini masih terpantau merosot.
 
Mengutip laman RTI, Jumat, 20 Maret 2020, gerak IHSG pukul 09.49 WIB terpantau anjlok 163,006 poin atau setara 3,9 persen ke posisi 3.942.
 
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 4.113 dan level terendah di 3.918. Adapun saat bel pembukaan perdagangan IHSG berada di posisi 4.105.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 1,1 miliar lembar senilai Rp1,6 triliun. Sebanyak 61 saham menguat, 273 saham melemah, 59 saham stagnan, dan terjadi 95.959 kali transaksi.
 
Pagi ini seluruh sektor bergerak di zona merah. Sektor konsumer menjadi yang paling melemah sebesar 66,38 poin, disusul sektor manufaktur dan keuangan.
 
Adapun indeks saham unggulan yang tergabung di LQ45 tercatat melemah 45,64 poin atau setara 5,1 persen ke posisi 582. Sedangkan indeks JII turun 18,98 poin menjadi 387.
 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper sebelumnya mengatakan secara teknikal tren pelemahan masih cukup kuat sehingga IHSG diperkirkan melemah dan diperdagangkan di level support 3.940-4.023 dan resistance 4.259-4.412.
 
"Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian perekonomian akibat dampak dari virus korona terutama semakin tingginya kasus dari dalam negeri," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Dennies menilai kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak 0,25 persen tidak berpengaruh kepasar saham. Para investor saat ini masih dalam keadaan panik dan terus mencari likuiditas di pasar modal.

 
Dari kondisi itu, Dennies tidak memberikan rekomendasi beli karena menurutnya pasar masih akan melanjutkan pelemahan. "Kondisi market yang masih dangat volatil dan masih ada potensi melanjutkan pelemahan," ucapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif