Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Tergelincir ke Rp16.505/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 02 April 2020 09:27
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp16.450 per USD. Mata uang Garuda kesulitan meredam keperkasaan mata uang Paman Sam meski virus korona kian mengkhawatirkan di Amerika Serikat.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 2 April 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp16.505 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.505 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.286 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi dengan pasar bersiap untuk menghadapi salah satu kontraksi ekonomi terburuk dalam beberapa dekade saat dunia menghadapi pandemi virus korona.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Greenback, mata uang cadangan global terkemuka di dunia, menguat terhadap euro, poundsterling, dan sebagian besar mata uang utama lainnya ketika penjualan saham-saham global menyoroti meningkatnya risiko dari pandemi yang telah menunjukkan sedikit tanda berkurang.
 
"Dolar bekerja dengan baik dalam resesi global. Kami pikir virus ini akan menyebabkan resesi global sehingga dolar akan baik-baik saja," kata Kepala Mata Uang BNP Asset Management Momtchil Pojarliev, di New York.
 
Pasar ketakutan setelah konferensi pers dari Presiden AS Donald Trump. Ia memperingatkan warga Amerika akan menghadapi kondisi menyakitkan selama dua minggu ke depan dalam memerangi virus korona, dengan upaya menjaga jarak sosial (social distancing) yang lebih ketat.
 
Koordinator virus korona Gedung Putih, Deborah Birx, memperlihatkan grafik yang menunjukkan data dan pemodelan yang menunjukkan lompatan besar angka kematian ke kisaran 100 ribu hingga 240 ribu orang dari virus dalam beberapa bulan mendatang. Dalam perdagangan sore, indeks dolar AS menguat 0,5 persen pada 99,528.
 
Para analis mengatakan tindakan terkoordinasi oleh bank-bank sentral untuk meningkatkan pasokan dolar telah membantu menenangkan volatilitas ekstrem, tetapi pasar uang masih perlu waktu untuk menyelesaikannya.
 
Data AS yang menunjukkan pekerjaan sektor swasta yang hilang untuk Maret jauh lebih rendah dari yang diperkirakan, tidak benar-benar mengubah sentimen, karena survei dilakukan pada pertengahan Maret dan tidak menangkap dampak penuh dari virus korona.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif