Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Covid-19 Ancam Kinerja Perbankan Tahun Ini

Ekonomi perbankan Virus Korona
Eko Nordiansyah • 10 April 2020 19:26
Jakarta: Kinerja perbankan dinilai bakal terganggu imbas penyebaran virus korona (covid-19). Meski belum terlihat sampai dengan kuartal I-2020, namun kinerja industri perbankan dikhawatirkan akan terganggu sepanjang tahun ini.
 
Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, sampai dengan Maret memang kondisi perbankan masih bagus. Namun penyebaran covid-19 di Indonesia baru terjadi pada pertengahan Maret lalu.
 
"Kemarin beberapa bank sudah mengangkat kinerjanya masih bagus. Kemungkinan kinerjanya baru akan sedikit menurun paling tidak satu tahun ke depan," kata dia dalam Indef Talks, di Jakarta, Jumat, 10 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan kinerja bank tidak lepas dari kondisi perekonomian saat ini yang juga terdampak akibat covid-19. Saat ini permintaan barang atau jasa (demand) di masyarakat tengah mengalami penurunan, walau di sisi lain ada yang meningkat.
 
"Ada sektor yang meningkat, sektor kesehatan, sektor yang berkaitan dengan pangan. Itu naik karena orang itu konsumsinya itu double, beli vitamin cukup banyak. Tapi kaitannya dengan pengakutan agak turun, (sektor) lainnya juga menurun," ungkapnya.
 
"Dengan demand menurun, otomatis supply itu juga mengalami problem mereka harus memulai produksi selain dia juga susah untuk mendapatkan bahan baku dari Tiongkok, karena kita ketergantungan dengan Tiongkok cukup besar juga," lanjut dia.
 
Kondisi ini, lanjut Aviliani, akan membuat bank tidak akan memberikan kredit baru kecuali untuk kredit yang sebelumnya sudah disetujui tapi belum dicairkan. Di sisi lain bank juga harus melakukan restrukturisasi debitur terdampak covid-19.
 
"Mereka yang sudah disetujui tapi belum semuanya dikeluarkan. Jadi misalnya dari Rp100 miliar, dulu sudah diambil Rp50 miliar sekarang mau diambil lagi Rp50 miliar. Itu pun dilihat dulu memang benar atau hanya pegangan dia," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif