Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani

OJK: Meski Pandemi, Aset Industri Asuransi Jiwa Capai Rp550 Triliun

Ekonomi OJK asuransi jasa keuangan asuransi jiwa pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 21 April 2021 15:23
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri asuransi masih menggembirakan di tengah pandemi covid-19. Pasalnya, per Februari 2021, aset industri asuransi jiwa mampu tumbuh hingga mencapai Rp554,38 triliun.
 
Demikian pula dengan industri asuransi umum dan reasuransi dengan total aset sebanyak Rp207,07 triliun. Kemudian industri asuransi wajib sebesar Rp136,28 triliun dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mencapai sebanyak Rp45,18 triliun.
 
"Di tengah kondisi yang masih berupaya bangkit dari pandemi, sektor asuransi termasuk kena dampak. Tapi kalau bicara aset, masih naik meski tidak sebesar tahun sebelumnya," ucap Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah dalam Media Briefing secara virtual, Rabu, 21 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pendapatan premi industri asuransi juga masih mentereng. Pada periode yang sama, pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh hingga menjadi Rp34,61 triliun.
 
Lalu pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi sebanyak Rp18,59 triliun. Kemudian asuransi wajib sebesar Rp1,87 triliun dan BPJS Kesehatan sebanyak Rp22,32 triliun.
 
"Dari konteks pendapatan premi, biasanya ukuran kita ada dua untuk melihat dari pertumbuhan industri asuransi, yaitu pertumbuhan aset dan pertumbuhan premi. Di asuransi jiwa posisi per Februari itu cukup bagus yakni Rp34,61 triliun," paparnya.
 
Dari total aset industri asuransi komersial yang mencapai Rp761,46 triliun, jumlah yang diinvestasikan adalah sebanyak Rp590,71 triliun. Investasi tersebut ditempatkan pada berbagai portofolio investasi yang terdiri dari reksa dana (termasuk REPO) sebanyak Rp188,43 triliun atau setara 31,90 persen.
 
Lalu saham dengan dana kelolaan sebesar Rp153,14 triliun (25,93 persen). Kemudian ada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp97,97 triliun (16,59 persen), deposito (termasuk sertifikat deposito) sebesar Rp61,6 triliun (10,43 persen), obligasi dan sukuk (termasuk MTN) sebanyak Rp46,74 triliun (7,91 persen), serta lainnya sebesar Rp42,81 triliun (7,25 persen).
 
Sementara dari total aset asuransi wajib dan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp181,46 triliun, sebanyak Rp139,57 triliun diinvestasikan ke berbagai portofolio. Di antaranya SBN dengan dana kelolaan sebesar Rp36,15 triliun (25,90 persen).
 
Kemudian obligasi dan sukuk (termasuk MTN) sebanyak Rp34,96 triliun (25,05 persen), reksa dana (termasuk REPO) mencapai Rp26,75 triliun (19,17 persen), deposito (termasuk sertifikat deposito) sebesar Rp21,61 triliun (15,48 persen), saham Rp12,12 triliun (8,69 persen), serta lainnya sebanyak Rp7,98 triliun (5,72 persen).
 
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif