Bank sentral dirasa perlu meakukan kalibrasi kebijakan dalam menghadapi tantangan pandemi covid-19. Foto: MI/Usman Iskandar
Bank sentral dirasa perlu meakukan kalibrasi kebijakan dalam menghadapi tantangan pandemi covid-19. Foto: MI/Usman Iskandar

Gubernur Bank Sentral Asia Timur dan Pasifik Sepakati Kalibrasi Kebijakan saat Pandemi

Ekonomi Bank Indonesia pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 18 November 2020 10:20
Jakarta: Para Gubernur Bank Sentral negara-negara di Asia Timur dan Pasifik yang tergabung dalam Executives’ Meeting of East Asia Pacific (EMEAP) menyepakati pentingnya upaya kalibrasi kebijakan dalam menghadapi tantangan pandemi covid-19 yang telah membawa tantangan besar bagi otoritas kebijakan.
 
"Dalam hal ini, forum EMEAP dipandang telah berperan penting dalam mengidentifikasi risiko dan kerentanan, serta perubahan struktural jangka panjang di kawasan," ungkap hasil pertemuan Gubernur Bank Sentral EMEAP secara virtual yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), Rabu, 18 November 2020.
 
Dalam kesempatan tersebut, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga bertukar pandangan mengenai perkembangan perekonomian dan sistem keuangan di kawasan, serta implikasi jangka panjang dari pandemi covid-19. Selain itu, Gubernur Bank Sentral juga kembali menegaskan peran penting EMEAP sebagai forum yang efektif untuk melakukan dialog kebijakan, memperkuat kerja sama dan memberikan perspektif regional, serta memfasilitasi diskusi selama masa yang menantang saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para Gubernur mendukung EMEAP untuk terus berperan aktif dalam mendorong kerja sama kawasan dalam rangka menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi," papar Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.
 
Onny menjelaskan bahwa para Gubernur juga mendiskusikan upaya yang telah dilakukan oleh bank sentral dalam menuju digitalisasi, termasuk langkah untuk memanfaatkan teknologi dalam operasional bank sentral. Lebih lanjut, para Gubernur mendukung kelanjutan pembahasan tentang market surveillance dan kegiatan penelitian ke depan, termasuk inisiatif big data dan sustainable finance.
 
Terkait hal ini, Bank Indonesia menyampaikan rangkaian bauran kebijakan yang telah diambil dalam rangka memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. BI juga memandang menekankan bahwa digitalisasi merupakan kunci dalam memfasilitasi perubahan struktural dalam perekonomian ke depan.
 
"Oleh karena itu, Bank Indonesia telah melakukan proses transformasi digital, termasuk melalui percepatan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang diluncurkan pada 2019 dan pengembangan sistem informasi sebagai wujud penerapan digitalisasi yang komprehensif di Bank Indonesia," pungkas Onny.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif