Ilustrasi kejatuhan saham farmasi. Foto : MI/Ramdani.
Ilustrasi kejatuhan saham farmasi. Foto : MI/Ramdani.

Saham Emiten Farmasi Melempem Setelah Vaksinasi, Analis: Sudah Kemahalan

Ekonomi industri farmasi vaksinasi
Annisa ayu artanti • 14 Januari 2021 13:28
Jakarta: Sejumlah harga saham emiten farmasi mengalami penurunan yang sangat dalam pascaprogram vaksinasi dalam negeri dimulai.
 
Berdasarkan data RTI, Kamis, 14 Januari 2021, harga saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) terus merosot sejak perdagangan kemarin. Pada perdagangan hari ini koreksi terus berlanjut ke level Rp6.050 per saham atau 6,92 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp6.500 per saham.
 
Senada dengan Kimia Farma, saham PT Indofarma Tbk (INAF) terus bergerak di zona merah atau melemah 6,92 persen ke level Rp6.050 per saham sepanjang perdagangan hari ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian saham PT Phapros Tbk (PEHA) juga tercatat terus merosot 6,91 persen pada perdagangan hari ini ke level Rp2.290 per saham.
 
Sedangkan, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mulai berbalik arah dari pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin. Meskipun pada awal pembukaan perdagangan sesi I hari ini masih bergerak di zona merah, namun menjelang penutupan perdagangan sesi I kembali menguat 3,19 persen ke level Rp1.615 per saham.
 
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan penyebab menurunnya harga saham emiten-emiten farmasi tersebut dikarenakan oleh aksi ambil untung yang dilakukan investor.
 
"Saya ingat sebelumnya terjadi lonjakan harga saham yang sangat signifikan. Koreksi terjadi masih karena ada aksi profit taking. Valuasi saham mengalami overvalue," kata Nafan kepada Medcom.id, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Selain itu, pelemahan saham-saham di sektor farmasi juga disebabkan oleh kabar mengenai efikasi Sinovac di Brasil merosot menjadi 50,4 persen.
 
Oleh karena itu, ia pun belum merekomendasikan saham-saham tersebut untuk dikoleksi kembali. Sejauh ini katanya, hanya saham KLBF yang cukup likuid dibandingkan saham emiten farmasi lain.
 
"Saya masih belum update rekomendasi dulu. Lagi sakit," tutupnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif