Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Penutupan Perdagangan: IHSG Merekah Usai Suku Bunga BI Kembali Naik

Angga Bratadharma • 17 November 2022 16:45
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis terpantau di area hijau. Indeks acuan saham Indonesia mampu merekah usai Indonesia sukses menggelar KTT G20 di Nusa Dua, Bali dan setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi sebesar 5,25 persen.
 
IHSG Kamis, 17 November 2022, perdagangan sore berakhir di level 7.044, menguat 0,44 persen atau setara 30 poin ketimbang pembukaan pada pagi tadi di 7.014. Volume perdagangan hari ini tercatat 21 miliar lembar saham senilai Rp11 triliun. Sebanyak 243 saham menguat, sebanyak 272 saham melemah, dan sebanyak 188 saham stagnan.
 
Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022. Dengan demikian, suku bunga acuan Bank Indonesia sudah naik sebanyak 175 basis poin dari 3,50 persen, yang merupakan level terendah sepanjang masa.
 
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference.
Baca: Indonesia Bakal Terima USD20 Juta dari Negara Kaya untuk Hentikan Operasional PLTU
 

Di sisi lain, saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, turun pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Hal ini karena investor mencerna sejumlah data ekonomi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,09 poin atau 0,12 persen menjadi 33.553,83. Indeks S&P 500 turun 32,94 poin atau 0,83 persen menjadi 3.958,79. Indeks Komposit Nasdaq turun 174,75 poin atau 1,54 persen menjadi 11.183,66.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan konsumen masing-masing turun 2,15 persen dan 1,46 persen, memimpin penurunan. Sementara sektor utilitas dan bahan pokok konsumen masing-masing naik 0,87 persen dan 0,46 persen, hanya dua kelompok yang naik.
 

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu, penjualan ritel AS naik 1,3 persen pada Oktober, melampaui perkiraan. "Kombo pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan dan kekuatan konsumen yang lebih baik dari perkiraan adalah pengingat masih banyak pekerjaan sebelum inflasi diperkirakan turun kembali ke dua persen," tutup Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif