Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

PSBB Diramal Tahan Penguatan IHSG

Ekonomi IHSG PSBB
Annisa ayu artanti • 07 Januari 2021 09:27
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Terbatasnya gerak IHSG dipicu oleh pengetatan aktivitas yang kembali diterapkan oleh pemerintah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan pada level 6.013-6.195," kata Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, dalam riset hariannya, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Ia menjelaskan kemarin pemerintah kembali melakukan pengetatan aktivitas guna mencegah penyebaran yang lebih masif dari pandemi virus korona di Tanah Air. Kebijakan ini berlangsung dari 11 Januari hingga 25 Januari 2021 di Jawa dan Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pembatasan yang diperketat antara lain membatasi Work From Office (WFO) hanya menjadi 25 persen dan Work From Home (WFH) menjadi 75 persen. Lalu kegiatan belajar mengajar dengan sistem online. Kemudian aktivitas sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100 persen tetapi dengan protokol kesehatan.
 
Sementara untuk pusat perbelanjaan alias mal boleh beroperasi sampai pukul 19.00 WIB, dan restoran hanya diperbolehkan beroperasi sebanyak 25 persen dengan pemesanan makanan harus take away dan delivery.
 
Kemudian untuk sektor konstruksi, pemerintah memutuskan masih tetap berjalan 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sedangkan aktivitas di rumah ibadah dibatasi hingga 50 persen.
 
"Kami melihat hal ini berpotensi memberikan tekanan psikologis pada pergerakan harga saham khususnya emiten yang terdampak langsung seperti retail maupun restoran," jelasnya.
 
Lebih lanjut, ia menuturkan, dari kebijakan tersebut membuka peluang tekanan pada daya beli yang lebih rendah di Januari. Kebijakan ini akan memaksa masyarakat untuk lebih menahan diri dalam beraktivitas. Meski demikian, Nico berpendapat, penurunan indeks yang terjadi dapat dijadikan momentum pembelian di mana saat ini sentimen lebih mengarah ke positif.
 
"Skema penurunan terburuk kami saat ini berada pada 5.850-5.950," pungkasnya.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif