Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

74 Perusahaan Kakap Kurangi Pinjaman hingga Rp61,2 Triliun, dari PLN sampai Indofood

Ekonomi OJK Kredit
Husen Miftahudin • 01 Oktober 2020 19:54
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 74 debitur besar yang cenderung mengurangi nilai baki debet di perbankan. Baki debet merupakan saldo pokok dari plafon pinjaman yang telah disepakati dalam perjanjian kredit, biasanya akan berkurang jika angsuran rutin dilakukan atau sesuai jadwal pembayaran oleh debitur.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan selama Agustus 2020, pinjaman perusahaan-perusahaan kelas kakap itu turun sebesar Rp61,2 triliun atau dengan rata-rata penurunan per perusahaan sebanyak 12,9 persen.
 
Hal tersebut membuat kondisi penyaluran kredit anjlok pada Agustus 2020. Padahal melihat jejak rekam yang dipaparkan Wimboh, penyaluran kredit secara keseluruhan mengalami peningkatan pada dua bulan sebelumnya di mana pada Juni 2020 tumbuh 1,4 persen (yoy), Juli 2020 tumbuh 1,53 persen (yoy), tapi anjlok menjadi 1,04 persen (yoy) pada Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat secara year to date (ytd) kredit segmen korporasi dan segmen konsumsi masih konsisten terkontraksi," ujar Wimboh dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Pinjaman segmen korporasi pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp2.174,3 triliun. Nilai tersebut naik sebesar Rp39,8 triliun atau 1,86 persen secara yoy, tetapi mengalami penurunan sebanyak Rp53,8 triliun atau 2,41 persen secara ytd, dan jeblok Rp16,5 triliun atau 0,75 persen secara mtm.
 
Melihat lebih jauh, perusahaan-perusahaan kakap yang mengurangi pinjaman terbesar pada Agustus 2020 di antaranya adalah PT PLN (Persero) sebanyak Rp7,2 triliun. Kemudian PT Gudang Garam Tbk Rp5,3 triliun, PT Wilmar Nabati Indonesia Rp4,9 triliun, PT Petrokimia Gresik Rp4,9 triliun, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar Rp4,4 triliun.
 
"Di segmen konsumsi, sejalan dengan masih lemahnya daya beli masyarakat untuk kredit KPR (Kredit Pemilikan Rumah), ruko, furnitur, dan elektronik rumah tangga serta kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami penurunan pertumbuhan kredit," paparnya.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif