Ilustrasi transaksi menggunakan mata uang rupiah - - Foto: MI/ Angga Yuniar
Ilustrasi transaksi menggunakan mata uang rupiah - - Foto: MI/ Angga Yuniar

Faktor Ini Bikin Rupiah Naik Tipis di Awal Pekan

Ekonomi investor rupiah menguat Kurs Rupiah The Fed
Husen Miftahudin • 24 Januari 2022 18:01
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di tengah kebijakan terbaru Federal Reserve (The Fed). Sementara kekhawatiran atas inflasi dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur meningkatkan daya tarik safe haven logam kuning.
 
"Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 0,5 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 12 poin di level Rp14.335 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.331 per USD," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam siaran persnya, Senin, 24 Januari 2022.

 
Ibrahim menerangkan, The Fed akan menurunkan keputusan kebijakannya pada Rabu besok. Secara luas Bank Sentral AS tersebut diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diharapkan untuk mengekang inflasi yang terus naik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan inflasi dipandang sebagai ancaman terbesar ekonomi AS pada 2022. Di sisi lain, Bank of Canada juga akan memberikan keputusan kebijakannya pada hari yang sama dengan mitranya, AS.

Ketegangan AS-Rusia berlanjut

Sementara itu, ketegangan antara AS dan Rusia atas Ukraina berlanjut, dengan AS memerintahkan kepergian anggota keluarga staf yang memenuhi syarat dari kedutaan besarnya di Ukraina. Ia juga mendesak semua warganya untuk meninggalkan negara itu karena risiko konflik bersenjata meningkat.
 
Pada isu lain, Wakil Perdana Menteri Inggris Dominic Raab memperingatkan Rusia akan menghadapi sanksi ekonomi yang berat jika memasang rezim boneka di Ukraina. Raab menanggapi laporan Rusia bertujuan untuk menempatkan pemimpin pro-Rusia dalam kekuasaan di Ukraina.
 
"Sementara itu, emas dijual dengan harga diskon di India selama minggu sebelumnya, dengan kenaikan harga domestik yang berdampak pada permintaan dan para pedagang perhiasan melihat ke depan untuk anggaran tahunan negara itu di 2022-2023, yang akan dipresentasikan oleh Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman pada Februari. Pusat Asia, liburan Tahun Baru Imlek yang akan datang mendorong permintaan," terang Ibrahim.

Tantangan sektor ekonomi 2022

Dari sisi domestik, Ibrahim melihat sentimen positif karena kondisi perekonomian Indonesia pada 2022 diprediksi semakin membaik dan menjadi momentum pemulihan. Meski begitu, masih ada beberapa tantangan dan ketidakpastian yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Sedangkan tantangan sektor ekonomi di 2022 adalah pemulihan ekonomi yang tidak merata di seluruh dunia karena semua negara tidak memiliki akses vaksin yang sama lantaran covid-19 selalu bermutasi. Hal itu menimbulkan berbagai masalah yang terjadi.
 
Menurut Ibrahim, dampak dari berbagai dinamika covid-19 ini menimbulkan pemulihan ekonomi yang tidak merata, inflasi, terjadinya supply disruption yang kemudian menimbulkan respons policy, yaitu kenaikan suku bunga, konsolidasi fiskal yang kemudian menimbulkan gejolak dalam arus modal antarnegara, serta nilai tukar yang menimbulkan volatilitas keuangan.
 
"Meskipun 2022 sudah menjadi tahun ketiga pandemi covid-19, namun hal itu tidak lantas membuat tantangan yang dihadapi akan jadi lebih mudah," ulas dia.
 
Ibrahim bilang, meskipun sudah menginjak tiga tahun pandemi covid-19, tidak berarti tantangannya menjadi lebih mudah. Bahkan dari berbagai pembahasan di level G-20 maupun antarmenteri keuangan dan gubernur Bank Sentral di dunia, hal ini dilihat sebagai kompleksitas dari policy yang akan mendominasi 2002 ini.

 
"Terlebih adanya kenaikan kasus covid-19 akibat varian Omicron di Indonesia. Hal ini membuat pemerintah akan lebih meningkatkan kewaspadaan. Kenaikan kasus covid-19 di awal tahun turut mengancam kegiatan ekonomi pada 2022. Kalau memang Omicron terus menyebar, maka akan berpengaruh terhadap kinerja ekonomi di seluruh dunia dan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia," jelas Ibrahim.

Kurs rupiah menguat tipis

Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan awal pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat tipis ke level Rp14.335 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 0,5 poin atau setara 0,00 persen dari posisi Rp14.335 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.325 per USD. Rupiah menguat 18 poin atau setara 0,12 persen dari Rp14.343 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.327 per USD atau naik 20 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.347 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.320 per USD sampai Rp14.370 per USD," pungkas Ibrahim.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif