Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Pembukaan Perdagangan: IHSG Dibuka Cerah di 7.260

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Menguat
Angga Bratadharma • 28 April 2022 09:21
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi dibuka menguat di tengah bervariasinya bursa saham Wall Street. Meski demikian, para investor harus tetap waspada karena sejumlah risiko masih menghantui pasar saham terutama akibat berlanjutnya perang di Ukraina dan kebangkitan covid-19 di Tiongkok.
 
IHSG Kamis, 28 April 2022, perdagangan pagi dibuka menguat di 7.260 dengan level tertinggi di 7.263 dan terendah di 7.216. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 393 juta lembar saham senilai Rp593 miliar. Sebanyak 207 saham menguat, sebanyak 62 saham tertekan, dan sebanyak 216 saham stagnan.
 
Sementara itu, Wall Street beragam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), dengan indeks S&P 500 ditutup lebih tinggi menyusul penurunan tajam sehari sebelumnya. Perkiraan pendapatan yang kuat dari Microsoft dan Visa membantu mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan kenaikan suku bunga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average terdongkrak 0,19 persen atau 61,75 poin menjadi 33.301,93 poin. Indeks S&P 500 terangkat 0,21 persen atau 8,78 poin menjadi berakhir di 4.183,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 0,01 persen atau 1,81 poin, menjad 12.488,93 poin
 
Microsoft Corp menguat setelah perusahaan perangkat lunak kelas berat itu pada Selasa malam waktu setempat (Rabu WIB) memberikan perkiraan pendapatan yang kuat, sementara jaringan pembayaran Visa Inc melonjak setelah memprediksi pendapatan di atas tingkat pra-pandemi.
 
Kenaikan di S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mengikuti aksi jual tajam sehari sebelumnya yang membuat Nasdaq turun ke penutupan terendah sejak Desember 2020 karena investor khawatir Federal Reserve AS mungkin menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan dalam perjuangannya melawan inflasi.

Induk perusahaan Google

Indeks layanan komunikasi S&P 500 turun 2,6 persen, dengan induk perusahaan Google Alphabet merosot 3,7 persen setelah melaporkan bahwa penjualan iklan YouTube triwulanan melambat dan pendapatannya meleset dari ekspektasi.
 
"Apa yang benar-benar kami lihat adalah kesalahan dihukum sedikit lebih berat, tetapi pukulan itu juga dihargai. Dengan suku bunga mereka berada dan obligasi pemerintah 10-tahun menguji 2,8 persen, saya pikir ada pertanyaan besar tentang pertumbuhan dan valuasi," kata Ahli Strategi Investasi Senior US Bank Wealth Management Rob Haworth.

Dalam perdagangan yang diperpanjang, pemilik Facebook Meta Platforms Inc melonjak 9,0 persen setelah menyampaikan laporan kuartalannya. Selama sesi perdagangan saham perusahaan telah menurun 3,3 persen.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif