Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY
Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY

Penutupan Perdagangan: IHSG Hancur Berkeping-Keping, 480 Saham Ambruk

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Melemah
Angga Bratadharma • 12 Mei 2022 16:14
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis terpantau di wilayah negatif seiring minimnya katalis positif dari dalam dan luar negeri. Kebijakan The Fed yang agresif menaikkan suku bunga dan kembali meledaknya inflasi di Amerika Serikat (AS) memberi tekanan terhadap indeks di Tanah Air.
 
IHSG Kamis, 12 Mei 2022, perdagangan sore berakhir di posisi 6.599, melemah 216 poin atau setara 3,17 persen ketimbang pembukaan pagi tadi di level 6.802. Level tertinggi di 6.802 dan terendah di 6.576. Volume perdagangan hari ini tercatat 23 miliar lembar saham senilai Rp18 triliun. Sebanyak 97 saham menguat, 480 saham ambruk, dan 112 saham stagnan.
 
Sementara itu, indeks-indeks utama di Wall Street merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Kondisi itu setelah data menunjukkan bahwa angka inflasi AS untuk April lebih tinggi dari yang diperkirakan meskipun sedikit mendingin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 326,63 poin atau 1,02 persen menjadi 31.834,11. Indeks S&P 500 jatuh 65,87 poin atau 1,65 persen menjadi 3.935,18. Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 373,43 poin atau 3,18 persen menjadi 11.364,24 poin.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing terpangkas 3,57 persen dan 3,3 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terdongkrak 1,37 persen seiring melonjaknya harga minyak, merupakan kelompok berkinerja terbaik.
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,3 persen pada April, di atas konsensus 0,2 persen, untuk kenaikan 8,3 persen secara tahun-ke-tahun. IHK inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6 persen, di atas konsensus 0,4 persen, untuk kenaikan 6,2 persen secara tahun-ke-tahun.

Investor semakin khawatir

Laporan yang lebih panas dari perkiraan datang pada saat investor semakin khawatir tentang seberapa banyak Federal Reserve harus meningkatkan suku bunga acuannya guba menjinakkan inflasi yang tinggi.
 
"Inflasi naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada April," kata Ekonom Senior FHN Financial Will Compernolle.
 
"Jalur pengetatan Fed saat ini mengasumsikan beberapa moderasi inflasi sepanjang tahun ini, sehingga kejutan kenaikan inflasi tambahan dalam beberapa bulan mendatang dapat membuka kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif daripada yang diperkirakan saat ini untuk memulihkan stabilitas harga," kata Compernolle.
 
Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga AS sebesar 50 basis poin, langkah terbesar dalam lebih dari 20 tahun, dan mengisyaratkan bahwa kenaikan setengah poin tetap dipertimbangkan untuk beberapa pertemuan bank sentral berikutnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif