Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Terus Menguat, Pagi Ini Kurs Rupiah Parkir di Rp14.070/USD

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah Dolar AS
Ade Hapsari Lestarini • 30 November 2020 09:27
Jakarta: Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau makin menguat dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.
 
Mata uang Garuda ini berjalan beriringan dengan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak menguat.
 
Mengutip Bloomberg, Senin, 30 November 2020, rupiah menguat 20 poin atau setara 0,14 persen menjadi Rp14.070 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.090 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.070-Rp14.070 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 1,47 persen.
 
Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di posisi Rp13.898 per USD.
 
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi sebelumnya menjelaskan penguatan rupiah karena para pelaku pasar masih menaruh rasa optimistis terhadap kerja keras pemerintah yang terus mengupayakan untuk mendapatkan vaksin antivirus korona.
 
"Pemerintah sampai saat ini terus berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan kesepakatan pengadaan vaksin baik dari Tiongkok, Inggris, maupun Amerika Serikat," ungkap dia dalam hasil risetnya.
 
Indonesia, Brasil, Meksiko, India, dan Rusia adalah negara-negara berkembang yang kemungkinan akan menerima vaksin paling awal. Izin penggunaan vaksin kemungkinan bisa diberikan dalam hitungan bulan.
 
"Kalau memang benar Indonesia akan mendapatkan vaksin lebih awal, maka ada harapan besar ekonomi bisa pulih lebih cepat ketimbang negara-negara lain. Mengutip riset Goldman Sachs Global Investment Research, vaksinasi yang lebih cepat bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai lebih dari enam persen tahun depan," tuturnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif