Laba wika anjlok di kuartal III-2020. Foto: Dok.MI
Laba wika anjlok di kuartal III-2020. Foto: Dok.MI

Laba WIKA Anjlok 96,29% di Kuartal III-2020

Ekonomi Emiten wijaya karya
Annisa ayu artanti • 29 Oktober 2020 16:53
Jakarta: Laba emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada kuartal III-2020 ambles 96,29 persen menjadi Rp50,19 miliar. Sebelumnya pada kuartal III-2019 mencapai Rp1,35 triliun.
 
Mengutip laporan keuangan perseroan, Kamis, 29 Oktober 2020 tercatat penurunan laba disebabkan oleh penurunan drastis pada pendapatan bersih yang diperoleh pada periode sembilan bulan pertama 2020.
 
Pendapatan bersih WIKA tercatat turun 43,28 persen dari sebesar Rp18,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp10,38 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara beban pokok pendapatan tercatat Rp9,49 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,02 triliun. Sedangkan beban usaha tercatat juga mengalami penurunan dari Rp2,68 triliun menjadi Rp1,41 triliun.
 
Selain itu, perolehan laba yang merosot dalam tersebut juga disebabkan oleh membengkaknya pos beban yakni dari Rp851 miliar menjadi Rp950,31 miliar. Lalu perseroan juga harus memikul selisih nilai wajar properti investasi sebesar Rp102,33 miliar.
 
Dalam keterangan tertulis, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan pandemi telah memberi tantangan bagi kegiatan operasional WIKA.
 
"Kita berharap, di 2021, pandemi bisa segera teratasi dan WIKA siap untuk kembali tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
 
Hingga September 2020, WIKA telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,84 triliun. Daftar proyek yang baru saja diraih termasuk proyek irigasi rawa untuk pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah dan Pembangunan Pompa Air Ancol Sentiong untuk penanggulangan banjir di Kawasan Sentiong.
 
Eksistensi WIKA di luar negeri semakin diakui setelah berhasil mendapatkan proyek Multi Purpose Sport Complex di Kepulauan Solomon untuk turnamen antar negara Pasifik 2023.
 
"Saat ini pun, WIKA tengah mengikuti proses tender untuk proyek-proyek nasional maupun internasional dengan nilai total sekitar Rp20 hingga Rp23 Triliun. Dengan demikian, kami yakin akan mampu memenuhi target kontrak baru pada tahun 2020 sebesar Rp21,37 triliun dan jika ditambah dengan proyek yang sudah diraih, maka order book WIKA mencapai Rp100 triliun yang bisa kita produksi hingga beberapa tahun mendatang," jelas Agung.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif