Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Sepekan ke Depan IHSG Dipengaruhi Gerak Saham Global

Ekonomi IHSG bursa saham pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 01 November 2020 20:18
Jakarta: Setelah melalui pekan perdagangan pendek, pasar saham Indonesia pekan depan akan dipengaruhi oleh pergerakan pasar saham global.
 
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pelaku pasar menanti pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dan lanjutan laporan keuangan emiten, serta perkembangan kasus covid-19. Peningkatan kasus covid-19 akan menjadi tekanan bagi pasar saham dunia.
 
"Pasar saham Indonesia selesai dari libur panjang, berpeluang melakukan adjust terhadap pergerakan pasar luar negeri yang cenderung terkoreksi," kata Hans, Minggu, 1 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan peningkatan kasus covid-19 di Jerman dan Prancis membuat pemerintah mengumumkan pembatasan di sektor bisnis. Prancis mengharuskan warga tinggal di rumah mulai Jumat. Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 November hingga akhir bulan. Sedangkan pemerintah Inggris memperketat pembatasan dengan kenaikan kasus selama sembilan hari terkahir.
 
Kenaikan kasus covid-19 yang diikuti langkah lockdown, kata dia, akan sangat menganggu pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong pasar keuangan terkoreksi. Terlihat pasar Amerika dan Eropa rata-rata tertekan turun dalam sepekan akibat berita tersebut.
 
Selain kasus covid-19, laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga juga memengaruhi pasar saham sepekan ke depan. Kuartal ketiga naik secara tahunan sebesar 33,1 persen, menjadi pertumbuhan tercepat yang pernah ada sejak pemerintah mulai mencatatnya pada 1947.
 
"Kenaikan ini terjadi setelah penurunan 31,4 persen pada kuartal kedua. Pertumbuhan ini juga lebih baik dari ekspektasi sejumlah ekonom yang disurvei Dow Jones, yakni 32 persen. Pemulihan ekonomi yang ditunjukan pertumbuhan PDB setelah penguncian dicabut lebih baik dari yang di perkirakan sebelumnya," jelasnya.
 
Disisi lain, pekan ini pasar menanti hasil pemilu AS pada 3 November 2020. Berdasarkan hasil survei Reuters saat ini kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di atas Presiden Donald Trump secara nasional sebesar 10 persen.
 
Ada potensi pertarungan hukum antara Partai Republik dan Demokrat tentang cara menghitung suara telah meningkatkan risiko perdebatan akan hasil pemilu. Hal ini merupakan faktor negatif bagi pasar keuangan.
 
Dari sentimen tersebut, Hans memprediksi IHSG akan bergerak melemah sepekan ke depan.
 
"IHSG berpeluang konsolidasi melemah di pekan ini dengan support di level 5.095 sampai 5.000 dan resistance di level 5.182 sampai 5.200," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif